TIDAK HANYA PELANGI, TEMPAT SAMPAH PUN BISA BERWARNA WARNI

Setiap hari kita pasti menghasilkan sampah. Entah itu sampah organik, anorganik, plastik, kertas atau pun lainnya. Jumlah nya pun beragam, sangat tergantung dengan aktifitas kita hari itu. Kebiasaan kita, sampah-sampah tersebut kita jadikan satu begitu saja ke dalam satu tempat sampah, padahal sebaiknya sampah-sampah tersebut dipisah berdasarkan jenisnya, karena di antara sampah-sampah yang kita hasilkan, ada yang dapat di daur ulang, mudah diurai oleh mikroorganisme akan tetapi ada juga yang tidak.

Kita kenal istilah sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang mudah terurai dan sampah anorganik adalah yang tidak mudah terurai. Sampah yang tidak mudah terurai masih dibagi lagi menjadi sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), sampah daur ulang dan residu sampah.

Pembagian golongan sampah ini dimaksudkan untuk memudahkan pengolahannya. Saat ini disediakan tong sampah berwarna-warni di area perkantoran, lokasi keramaian, swalayan, hutan wisata, atau di lokasi rumah sakit. Masing-masing warna tempat sampah menandakan golongan sampah apa yang harus dibuang di tempat sampah tersebut.

Karenanya apa jadinya jika jenis sampah yang dibuang di tempat sampah tersebut tidak sesuai dengan penggolongannya ? Tentunya ini dapat lebih merepotkan petugas pengangkut dan pengelola sampahnya.

Mengapa hal ini dapat terjadi ?

Salah satu hal yang menyebabkan masih banyaknya warga masyarakat yang membuang sampah tidak di tempat sampah dengan warna yang tepat adalah karena masyarakat masih banyak yang belum tahu dan perlu pembinaan lebih lanjut.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah kita mensosialisasikan cara penggunaannya kepada masyarakat melalui / dalam kegiatan rapat-rapat kerja di kantor, sekolah, Pertemuan PKK, RT/RW, desa, ataupun dalam kegiatan-kegiatan tertentu seperti bazar dan special event lain.

Kegiatan sosialisasi tersebut sudah dilakukan di beberapa lembaga pemerintah dan non pemerintah, namun kenyataannya masih banyak yang belum paham. Masyarakat masih saja salah tempat saat membuang sampahnya. Tidak hanya salah tempat bahkan masih saja ada masyarakat yang tidak membuang sampah pada tempatnya.

Sangat memprihatinkan bukan ?

Ini haruslah menjadi “Pekerjaan Rumah” kita bersama, tidak hanya petugas yang bersangkutan baik pada dinas kebersihan, maupun ibu-ibu PKK dan pertemuan rutin warga. Karena lingkungan milik kita bersama. Dan kita semua dapat merasakan manfaatnya apabila lingkungan kita bersih dan asri.

Oleh karenanya Warga masyarakat harus pro aktif mengedukasi warga lainnya. Sehingga beberapa tahun ke depan sudah dapat tercipta lingkungan yang bersih dan teratur. Pembuangan sampah sudah berjalan sebagaimana prosedurnya.

Bagi masyarakat yang belum tahu arti warna-warna tong sampah, berikut keterangan warna pada dijelaskan sebagai berikut :

  • Hijau

Adalah tempat untuk sampah organik.

Contoh  : sisa hasil kegiatan memasak di dapur, bungkus jajanan dari daun pisang.

  • Merah

Adalah tempat sampah B3, Bahan Berbahaya dan Beracun.

Contoh : botol obat serangga, bekas pestisida, sisa obat yang tidak dimakan, botol cairan pembersih lantai.

  • Biru

Adalah tempat sampah yang bisa didaur ulang.

Contoh : kertas koran, kardus makanan, karton, stik es krim

  • Kuning

Adalah tempat sampah yang bisa guna ulang.

Contoh : botol air mineral, botol kaca, dan lainnya

  • Abu-abu

Adalah tempat residu sampah yang tidak bisa didaur ulang, tidak berbahaya.

Contoh : popok bayi, pembalut wanita, pampers, puntung rokok, permen karet.

Marilah menjadi masyarakat yang cerdas dalam mengelola sampah. Kita buang sampah sesuai penggolongannya agar memudahkan, meringankan petugas sampah dan pastinya ikut ambil bagian dalam menjaga lingkungan kita agar bersih dan sehat. Solusi Kebersihan selalu siap menjadi mitra anda dalam penyediaan tempat sampah terpilah dengan bahan fiberglass yang berkualitas. Produk-produknya dapat dilihat disini  

KEBERSIHAN DI LINGKUNGAN KERJA : Salah Satu Cara Meningkatkan Produktifitas Kerja

Sebagian dari kita banyak yang tidak mempedulikan ini, himbauan agar membuang sampah pada tempatnya, adanya tempat sampah di beberapa titik di lingkungan kerja adalah hal yang biasanya ada. Bahkan sebagian dari kita menganggap remeh dan menganggap tidak ada hubungan antara lingkungan kerja yang bersih dengan peningkatan produktifitas kerja.

Bicara tentang kebersihan, kita sebagai manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan di lingkungan sekitar, termasuk lingkungan tempat kerja. Pernahkah terbayang, bagaimana rasanya kalau lingkungan tempat kita bekerja tidak bersih? Pastinya akan tumbuh rasa ketidaknyamanan dalam bekerja dan beraktivitas.

Berikut beberapa akibat dari pengaturan tempat kerja yang tidak rapi dan bersih :

  • Tempat kerja yang padat
  • Kesulitan mencari alat kerja, perkakas, material yang kita butuhkan
  • Dapat menimbulkan stress

Dapat dibayangkan kan, saat beban kerja kita sedang berat / banyak, ruangan yang berantakan akan menambah buruk mood kita. Akan tetapi sebaliknya, apabila kita sudah terbiasa dengan kesadaran sendiri bergerak untuk membuat ruang kerja kita lebih rapi dan bersih, maka itu semua sangat dapat menjadi mood booster bagi kita.

Selain itu keuntungan dari menjaga kebersihan di lingkungan tempat kerja adalah sebagai berikut :

  • Berkurangnya resiko kecelakaan dan cidera
  • Mewujudkan tenaga kerja yang sehat dan produktif
  • Suasana kerja menjadi nyaman

Bagaimana cara menjaga liingkungan kerja kita agar dapat lebih bersih dan asri ?

Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan menyediakan tempat sampah terpilah dengan ukuran dan bentuk yang dapat menambah keindahan lingkungan kerja. Tidak hanya untuk buang sampah saja, akan tetapi lingkungan kerja kita dapat lebih Indah bukan ?

Mau tahu bentuk-bentuk tempat sampah yang dapat menambah keasrian lingkungan kerja anda ? Yuk lihat semuanya disini

INI TEMPAT SAMPAHKU, MANA TEMPAT SAMPAHMU ?

Banyak orang yang tidak terlalu memperhatikannya. Toh kegunaannya hanyalah untuk tempat sampah saja. Tempat membuang barang-barang yang tidak kita butuhkan lagi. Bahkan, dewasa ini kita kerap menjumpai gentong maupun kardus besar yang berfungsi sebagai tempat sampah. Di sini jelas, apa pun wujudnya–tempat sampah sebetulnya dapat berupa apa saja. Toh, fungsinya memang hanya menampung “sampah”–sesuatu yang kotor, tidak lagi dipakai, dan telah dibuang. Sehingga tidak terlalu mengherankan kalau sebagian besar orang tidak terlalu memusingkan ukuran apalagi bentuknya, sisi estetika dari sebuah tempat sampah.

Akan tetapi di disisi lain, keberadaan tempat sampah lengkap dengan pertimbangan estetikanya mulai banyak merebak di berbagai instansi pemerintah, perusahaan, sekolah (TK hingga perguruan tinggi) atau pun lembaga lainnya. Banyak pihak saat ini mulai memandang bahwa memberi sentuhan estetika pada sebuah tempat sampah akan justru dapat mempercantik lingkungan alih-alih hanya menjadi tempat barang yang sudah tidak digunakan lagi.

TIPS MEMILIH TEMPAT SAMPAH

Bentuk tempat sampah bermacam-macam, ada yang tempat sampah injak, tempat sampah mobil, sekadar tong tanpa penutup atau pun yang lainnya. Yang terpenting dari semua itu adalah Kunci utamanya ditentukan dulu, yakni terlebih dulu menyesuaikannya dengan kebutuhan Anda. Yaa, …. andalah yang menentukan sendiri ukuran dan bentuk tempat sampah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan anda sendiri.

Besar atau Kecil ?

Sebelum membeli jenis tempat sampah yang diincar, ada baiknya untuk terlebih dulu menentukan: di ruang manakah tempat sampah itu akan diletakkan? Tujuannya, adalah untuk menentukan ukuran standar tempat sampah yang akan Anda gunakan.

Bagaimana pun, tempat sampah yang terlalu besar tentu akan “mengalihkan fokus” ke kotoran yang menumpuk; sehingga ruang jadi terkesan kotor dan berantakan. Sebagai gantinya, pilihlah jenis tempat sampah yang memiliki kapasitas sesuai dengan kebutuhan Anda. Memang, terkesan sepele dan tidak berarti banyak. Namun, dalam jangka panjang–cara ini dapat mempermudah perawatan dan kebersihan tempat sampah, tersebut.

Salah satu tips, Anda dapat menggunakan tempat sampah berukuran kecil dan berwarna cerah untuk ruang tidur. Tujuannya, tentu bukan hanya sebagai wadah sampah; melainkan juga membuat ruang tidur terkesan bersih dan lapang. Adapun tempat sampah yang akan diletakkan di luar ruang; disarankan untuk memilih tempat sampah yang tahan terhadap paparan cuaca ekstrem, seperti halnya fiber.

Harus dipahami, untuk tempat sampah dengan fungsi outdoor, pastikan “tempat pembuangan” Anda ini terlindung dari paparan sinar Matahari, hujan, angin, dan lain sebagainya. Untuk mempermudah, disarankan untuk memilih tempat sampah yang memungkinkan Anda menempatkan kantong plastik. Tujuannya, bukan hanya mencegah sampah tercecer dan berantakan. Di sisi lain, cara ini juga memudahkan para petugas kebersihan–ketika menjalankan tugasnya mengangkut sampah.

Pilih Bahan Berkualitas

Keberadaannya memang kerap kali diabaikan. Namun, Anda tentu tidak ingin terus-terusan membeli tempat sampah–hanya karena barang tersebut mudah rusak, bukan? Karenanya, kualitas bahan adalah yang utama. Bukan hanya karena keawetannya saja, namun bahan baku yang berkualitas juga akan mencegah tempat sampah tersebut bocor dan membuat sampah yang berada di dalamnya menjadi berhamburan ke berbagai tempat. Hal inilah yang membuat pemilihan tempat sampah dengan bahan baku terbaik menjadi sangat penting untuk dilakukan. Nah bahan tempat sampah yang kami sarankan adalah fiberglass

Adapun untuk mempermudah sekaligus “merawat” kondisi tempat sampah, Anda bisa melapisi bak/tong tersebut dengan kantong plastik. Ketika isi wadah tersebut penuh, Anda tidak perlu repot mencuci dan membersihkannya. Cukup tinggal angkat plastiknya, lalu ganti kantong lama dengan yang baru. Mudah, bukan?

Tempat Sampah dengan Penutup

Siapa, sih yang tahan dengan bau busuk yang menyengat hidung?

Nah, untuk menghindari hal tersebut, cobalah untuk membeli tempat sampah yang memiliki penutup. Adapun selain mencegah persebaran bau tidak sedap, tempat sampah pun dapat terhindar dari gangguan binatang seperti kecoak, lalat, tikus, kucing, semut, bahkan belatung! Oh ya, sebelum memastikan membeli tempat sampah, pastikan penutup dibuat presisi dan sesuai dengan bentuk tempat sampahnya, ya.

Tidak dapat ditampik, sebuah rumah dapat mencerminkan karakter dan citra diri pemiliknya. Begitu pula dengan sebuah instansi atau lembaga, keasrian lingkungan kerja mencerminkan karakter atau citra orang-orang di dalamnya. Tentu saja, rumah / instansi / lingkungan yang bersih menandakan bahwa penghuninya senantiasa peduli dalam menjaga kesehatan, keteraturan, dan keharmonisan. Pada akhirnya, menjaga kebersihan rumah / instansi / lembaga / lingkungan sendiri tidak sebatas pada perkara membeli tempat sampah, menaruhnya di sudut ruang, membuang sampah di sana, lalu “memindahkannya” ke tempat pembuangan yang lebih besar.

Harus dipahami, kebersihan ruang adalah soal kebiasaan yang ditularkan. Entah itu pada anak-anak dan generasi muda; atau kepada tamu Anda yang tengah berkunjung. Menyediakan tempat sampah di sudut ruang rumah sendiri bukan hanya menjaga kebersihan hunian, melainkan juga “mengajarkan” orang lain untuk tidak membuang sampah sembarangan. Toh, bukankah “rumah” adalah unit pendidikan terkecil seseorang dalam masyarakat ?

Dengan berbagai pertimbangan pemilihan tempat sampah di atas, pastilah setiap orang memiliki pilihan dan selera yang berbeda-beda.

Solusi Kebersihan memahami hal ini, untuk itu kami tawarkan berbagai ukuran dan bentuk sesuai dengan kebutuhan anda disini.

KETIKA SAMPAH TIDAK DIKELOLA

Ketika kita pergi ke sebuah tempat, entah itu kota, desa atau pinggiran, apa yang pertama kali membuat kita terkesan ? Buat umumnya kesan pertama terhadap suatu tempat ditentukan oleh kebersihan lingkungannya, kemudian keramahtamahan masyarakatnya dan lain sebagainya.

Kebersihan lingkungan di suatu tempat tidak dapat dilepaskan dari peran setiap anggota masyarakat di dalamnya dan peran. Kedisiplinan setiap anggota masyarakat / lembaga / organisasi untuk dapat membuang sampah pada tempatnya, hingga yang tidak dapat dianggap remeh juga adalah peran optimal lembaga / instansi / organisasi baik pemerintah maupun non pemerintah dalam menyediakan tempat sampah terpilah di tempat-tempat yang mudah diakses. Atau dengan kata lain, kebersihan suatu tempat sangat ditentukan oleh bagaimana semua pihak mengambil perannya dalam pengelolaan sampah.

Dapat dibayangkan apabila sampah tidak dikelola, maka orang-orang yang berada di dalamnya tidak akan dapat merasa nyaman dengan situasi yang ada, orang-orang yang berada diluar kota atau tempat tersebut dapat dipastikan akan merasa enggan untuk melakukan aktifitas disana, orang akan malas datang ke kota atau tempat yang kotor dan tidak sehat. Akibatnya investasi yang akan datang ke tempat tersebut akan berkurang. Hal ini kemudian akan dapat berakibat pada menurunnya daya saing dalam bidang pariwisatam ekonomi, sosial dan lainnya.

Pengelolaan sampah di berbagai kota dan wilayah di Indonesia mayoritas masih ditumpuk begitu saja di lahan terbuka (open dumping) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Longsornya timbunan sampah di TPA Leuwigajah – Bandung sekitar 10 tahun lalu seharusnya dapat menjadi pelajaran penting tentang pengelolaan sampah yang baik dan benar.

Sangat disayangkan kita belum dapat mengambil pelajaran berharga dari peristiwa itu. Sampah masih belum dikelola dengan baik. Sampah masih dikelola setengah hati. Sampah masih dibuang seenaknya ke mana saja, misalkan ke sungai, sehingga di beberapa tempat di Indonesia kerapkali mengalami banjir yang diakibatkan tersumbatnya aliran sungai akibat sampah yang menumpuk.

Apa yang dapat kita lakukan ?

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal diatas adalah dengan melakukan pengelolaan sampah.

Langkah awal dalam pengelolaan sampah adalah dengan melakukan pemilahan sampah, menyediakan tempat sampah terpilah.

Penyediaan tempat sampah terpilah dapat dilakukan di lembaga-lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah.

Agar tidak menimbulkan masalah baru, kita harus juga memperhatikan bahan yang digunakan dalam pembuatan tempat sampah terpilah. Fiberglass adalah bahan yang sangat dianjurkan dalam membuat tempat sampah terpilah. Karena mempunyai banyak keunggulan daripada tempat sampah berbahan plastik.

Kami menyediakan produk tempat sampah berbahan fiberglass, dapat dilihat disini

Lowongan Kerja di CV Markom

Dibutuhkan tenaga teknis untuk mengerjakan produk berbahan fiberglass
Waktu mulai bekerja : 10 Juni 2019 – 9 Juli 2019
Ketentuan :

  1. Waktu kerja
    a. Senin – Sabtu, Minggu libur, tanggal merah libur situasional
    b. Jam kerja : 08.00 – 16.00
  2. Usia tidak dibatasi
  3. Diutamakan berdomisili tidak jauh dari kantor
  4. Membawa Fotocopy KTP
  5. Gaji Rp. 50.000 per kedatangan plus makan siang
    Berminat ?
    Silahkan masukan lamaran anda ke CV. Markom Pundong III, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta
    Hubungi : 089669108742 (Rahmat)

Suka Buang Sampah Sembarangan ? Hati-hati, anda beresiko Terkena Penyakit ini

Sampah atau limbah, seperti sampah plastik, botol bekas, kertas tidak terpakai dan lain-lain sebaiknya dibuang ke tempat sampah. Lebih idealnya lagi di buang ke tempat sampah terpilah. Sampah yang dibiarkan begitu saja, dibuang sembarangan, tidak hanya akan merusak pemandangan secara estetika, akan tetapi dari sisi kesehatan juga dapat membahayakan diri kita.

Sampah yang dibiarkan begitu saja akan dapat mengundang lalat yang dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan. Jika lalat, kecoa, atau tikus menyentuh sampah-sampah dan secara tidak sengaja tangan manusia juga ikut bersentuhan, hal itu menjadi salah satu cara penularan kuman-kuman dari sampah ke orang lainnya. Bayangkan jika lalat atau kecoa yang baru saja bertengger di atas tumpukan sampah kemudian hinggap di atas makanan Anda. Jelas makanan Anda terkontaminasi oleh kuman. Mengonsumsinya akan membuat Anda terserang berbagai penyakit.

Padahal hal ini seringkali terjadi dan dialami baik oleh kita, anak-anak kita atau anggota keluarga kita yang lain. Secara tidak sengaja, dapat saja anda atau anggota keluarga anda menyentuh tumpukkan sampah atau setelah bekerja bakti membersihkan rumah, bisa dipastikan saat itu tangan kita dalam kondisi yang kotor. Kita lupa untuk membersihkan tangan kita dengan sabun, langsung menyentuh dan menyantap makanan yang telah tersaji. Atau ada seekor lalat hinggap di makanan tesebut, maka dengan cepat kuman penyakit itu berpindah dari onggokan sampah ke tubuh kita.

Banyak orang menganggap hal ini sebagai hal yang sepele. Padahal ini bukan hal yang remeh, mengingat penyakit yang disebabkan oleh sampah begitu berat dan banyak.

Penyakit-penyakit tersebut adalah :

  1. Hepatitis A

Virus Hepatitis A dapat menyebar melalui sampah. Virus ini menyebabkan adanya gangguan fungsi hati akut. Penyebaran virus hepatitis A terjadi akibat kontaminasi makanan dan air yang kemudian keduanya dikonsumsi oleh orang yang sehat.

  • Disentri

Disentri adalah radang usus yang menyebabkan diare disertai darah atau lendir. Diare sendiri ditandai dengan sering buang air besar yang lunak atau cair. Kondisi ini disebabkan oleh amuba dan bakteri yang banyak ditemukan pada sampah yang berserakan.

Bakteri penyebab disentri juga dapat berpindah ke manusia setelah melakukan kontak langsung dengan bakteri pada feses (misalnya, karena tidak mencuci tangan dengan bersih sehabis buang air besar). Bakteri ini juga dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, atau berenang di air yang tercemar. Penyakit ini sangat menular. Jika tidak segera ditangani, disentri dapat menyebabkan dehidrasi berat yang mengancam jiwa.

  • Salmonellosis

Salmonellosis  adalah penyakit yang timbul akibat infeksi bakteri Salmonella di dalam perut dan usus. Sebagian besar pasien dengan infeksi ringan akan sembuh dalam waktu 4-7 hari tanpa pengobatan. Penularan dapat terjadi ketika orang makan makanan yang terkontaminasi bakteri (seperti makan di restoran yang sama). Beberapa orang dengan diare akut dirawat di rumah sakit untuk diinfus dan memperoleh antibiotik.

Sebagian besar pasien Salmonellosis hidup dalam kondisi lingkungan yang miskin, berpolusi, dan kebanyakan dekat dengan lingkungan yang penuh sampah di mana-mana. Oleh karena itu, kualitas kebersihan makanan dapat meningkatkan risiko makanan beracun dan infeksi lainnya. Selain itu, Anda juga berisiko tinggi terkena Salmonellosis jika Anda melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.

  • Penyakit Pes

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersina pestisia yang ditularkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya. Umumnya, penyakit pes tersebar di daerah yang lingkungan padat penduduk dan pastinya memiliki tingkat kebersihan yang buruk alias sampah tersebar di mana-mana. Komplikasi penyakit dari tikus ini bisa berujung pada meningitis, bahkan kematian.

Perlu diketahui, bahwa penyakit ini bukan hanya disebarkan lewat tikus. Hewan seperti kelinci, anjing, kucing berkutu yang sudah terinfeksi pes bisa menjadi sumber penularan penyakit. Penularan terjadi jika Anda melakukan kontak langsung atau tergigit oleh hewan tersebut. 

  • Demam berdarah

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Demam Berdarah Dengue dulu disebut dengan penyakit “break-bone” karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot sehingga membuat tulang terasa retak.

Nyamuk demam berdarah sering berkembang biak di genangan air pada sampah yang dibuang sembarangan. Maka dari itu, ada baiknya sampah-sampah tidak dibuang secara sembangan, tetapi dikubur untuk mencegah terbentuknya sarang nyamuk.

Untuk Anda yang biasa membuang sampah ke sungai, Sampah juga bisa meracuni air sungai yang dipakai sebagai sumber air bersih untuk sehari-hari.

Kebiasaan buang sampah sembarangan bisa mengakibatkan sampah menumpuk di kali atau aliran sungai. Akibatnya, ekosistem di dalamnya akan rusak. Hewan yang hidup di sana dan kualitas air bisa tercemar apabila sampah menumpuk. Belum lagi aliran sungai yang mampet akibat sampah sehingga menyebabkan bencana lainnya.

Terdapat beberapa masalah kesehatan yang muncul apabila seseorang mengoncumsi air sungai yang tercemar. Beberapa penyakit di antaranya, adalah :

  1. Kolera.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae saat Anda mengonsumsi air atau makanan yang terkontaminasi oleh feses orang yang mengidap penyakit ini. Anda juga bisa terjangkit kolera jika Anda mencuci bahan makanan dengan air yang terkontaminasi. Gejalanya termasuk diare, muntah, kram perut, dan sakit kepala.

  • Amoebiasis, atau diare turis,

Penyakit ini disebabkan oleh amoeba yang hidup di air tercemar. Amoeba ini mengakibatkan infeksi pada usus besar dan hati. Gejala termasuk diare berdarah dan berlendir, bisa ringan atau sangat parah.

Nah sekarang sudah tahu kan bahayanya ? Bukan hanya berbahaya untuk diri kita tapi juga berbahaya bagi keluarga dan lingkungan sekitar kita.

Karena dari sekarang, yuk kita membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya di tempat sampah yang telah terpilah. Bagaimana tempat sampah terpilah yang baik itu ? Klik disini

Yogyakarta Darurat Sampah

Duh, kota dengan segudang predikat ini kota pariwisata, kota pendidikan, kota budaya dan predikat lainnya. Kini pemandangannya sedang carut marut.

Salah satu penyebabnya adalah masih banyaknya masyarakat yang abai terhadap pengelolaan sampah. Sebagian masyarakat masih menganggap sampah bukan lah masalah penting yang harus diatasi, sepele dan lain sebagainya.

Banyak permasalahan kesehatan yang akan muncul apabila hal ini terus berlarut-larut dibiarkan, Baik kita sebagai individu, anggota keluarga, masyarakat, pemerintah, sekolah, lembaga non pemerintah semua harus berperan.

Pemerintah dapat mengambil peran dalam membuat regulasi dan menegakkan law enforcement (penegakan hukum) terkait dengan regulasi sambil tentunya memberikan contoh kepada pihak-pihak lain dengan menegakkan regulasi di dalam instansi nya masing-masing. Misalnya dengan menyediakan tempat sampah terpilah di tempat-tempat strategis.

Dengan adanya contoh ini, diharapkan lembaga-lembaga pendidikan , lembaga-lembaga non pemerintah lainnya termasuk dunia usaha ikut menerapkan bahkan mendukung upaya pengelolaan sampah di tempat masing-masing.

Kami pun siap menjadi mitra anda. Kami menyediakan tempat sampah terpilah berbahan fiberglass.

Ingin tahu produk ? klik disini

JANGAN BUANG SAMPAHMU

Jujur saja, pasti banyak orang yang akan mengernyitkan dahi begitu mendengar pernyataan di atas. “Sampah kok gak boleh di buang ? itu kan barang bekas, kotor. Kalau sampah tidak boleh dibuang, maka pasti rumah kita akan kotor dan berantakan” begitu lah respon yang sering kita dengar.

Seringkali kita abai dan lupa bahwa ternyata kita bisa banyak berkreasi dari barang yang sudah tidak terpakai lagi. Padahal setiap kita, setiap rumah setiap harinya pasti akan menghasilkan berbagai jenis limbah atau sampah yang tidak bisa dibilang sedikit. Jenis limbahnya pun bermacam-macam, mulai dari sampah dari dapur seperti sisa sayur-sayuran, bagian potongan dari buah-buahan, plastik dengan berbagai ukuran bentuk, botol plastik, kantung kresek dan lain sebagainya.

Kita seringkali membuang begitu saja semua benda itu, karena menganggap bahwa benda itu adalah benda yang kotor dan tidak dapat digunakan lagi. “Urusan sampah adalah urusan pemerintah”, begitulah seringkali kita berkilah. Padahal setiap kita adalah produsen sampah setiap harinya. Maka sudah selayaknyalah kalau setiap kita juga memiliki kesadaran bahwa setiap kita bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah sekalipun dengan cara yang paling sederhana.

Apabila setiap kita memiliki kesadaran untuk bertanggung jawab terhadap urusan sampah yang kita produksi setiap hari, maka kita tidak hanya akan mendapatkan lingkungan yang bersih dan sehat, akan tetapi pemanfaatan sampah juga akan meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu juga sekaligus membuat tugas pemerintah menjadi lebih ringan. Menarik bukan ?

Benarkah sampah dapat meningkatkan pendapatan keluarga ? jawabannya Bisa.

Bagaimana caranya ? Yuk, ikuti tips-tips dibawah ini :

  1. Pilah sampah

Langkah pertama yang dapat kita lakukan adalah memilah sampah. Pilahlah sampah sesuai dengan jenisnya, seperti organik, an organik,  Bahan Berbahaya dan Beracun, sampah kertas dan juga jenis lainnya.

Untuk memudahkan, gunakanlah tempat sampah terpilah.

  • Memanfaatkan Limbah Plastik

Disadari atau tidak, plastik menjadi salah satu limbah yang paling banyak ditemukan dalam limbah rumah tangga. Daripada membuang plastik begitu saja, ada baiknya mulai sekarang kita berpikir untuk menghasilkan uang melalui limbah ini.

Caranya adalah dengan mengubahnya menjadi kerajinan rumah tangga. Melalui botol-botol minuman plastik atau plastik detergen dan makanan lainnya, kita bisa membuat berbagai kerajinan yang menarik seperti tas, tempat alat tulis, pot bunga, hingga aksesoris interior cantik lainnya.

  • Memanfaatkan Limbah Sayur atau Buah

Berbagai bagian sayur dan buah yang tidak terpakai biasanya akan langsung kita dibuang ke tong sampah begitu saja.

Padahal limbah sayur dan buah ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos untuk membuat tanaman-tanaman di sekitar rumah kita menjadi subur.

Daripada mengeluarkan uang untuk membeli pupuk kimia di toko, lebih baik membuat pupuk kompos sendiri dengan memanfaatkan limbah dapur tersebut. Selain gratis, pupuk kompos juga jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pupuk kimia.

Cukup dengan melakukan tiga langkah ini, kita akan mendapatkan hasil yang luar biasa.

 Yuk, kita mulai dari sekarang

Mulai dari hal kecil, Mulai dari diri kita sendiri, Mulai dari sekarang

Kalau tidak sekarang, kapan lagi ? Kalau bukan kita, siapa lagi ?

JANGAN BUANG SAMPAHMU

Jujur saja, pasti banyak orang yang akan mengernyitkan dahi begitu mendengar pernyataan di atas. “Sampah kok gak boleh di buang ? itu kan barang bekas, kotor. Kalau sampah tidak boleh dibuang, maka pasti rumah kita akan kotor dan berantakan” begitu lah respon yang sering kita dengar.

Seringkali kita abai dan lupa bahwa ternyata kita bisa banyak berkreasi dari barang yang sudah tidak terpakai lagi. Padahal setiap kita, setiap rumah setiap harinya pasti akan menghasilkan berbagai jenis limbah atau sampah yang tidak bisa dibilang sedikit. Jenis limbahnya pun bermacam-macam, mulai dari sampah dari dapur seperti sisa sayur-sayuran, bagian potongan dari buah-buahan, plastik dengan berbagai ukuran bentuk, botol plastik, kantung kresek dan lain sebagainya.

Kita seringkali membuang begitu saja semua benda itu, karena menganggap bahwa benda itu adalah benda yang kotor dan tidak dapat digunakan lagi. “Urusan sampah adalah urusan pemerintah”, begitulah seringkali kita berkilah. Padahal setiap kita adalah produsen sampah setiap harinya. Maka sudah selayaknyalah kalau setiap kita juga memiliki kesadaran bahwa setiap kita bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah sekalipun dengan cara yang paling sederhana.


Apabila setiap kita memiliki kesadaran untuk bertanggung jawab terhadap urusan sampah yang kita produksi setiap hari, maka kita tidak hanya akan mendapatkan lingkungan yang bersih dan sehat, akan tetapi pemanfaatan sampah juga akan meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu juga sekaligus membuat tugas pemerintah menjadi lebih ringan. Menarik bukan ?

Benarkah sampah dapat meningkatkan pendapatan keluarga ? jawabannya Bisa.

Bagaimana caranya ? Yuk, ikuti tips-tips dibawah ini :

Pilah sampah

Langkah pertama yang dapat kita lakukan adalah memilah sampah. Pilahlah sampah sesuai dengan jenisnya, seperti organik, an organik,  Bahan Berbahaya dan Beracun, sampah kertas dan juga jenis lainnya.

Untuk memudahkan, gunakanlah tempat sampah terpilah

Memanfaatkan Limbah Plastik

Disadari atau tidak, plastik menjadi salah satu limbah yang paling banyak ditemukan dalam limbah rumah tangga. Daripada membuang plastik begitu saja, ada baiknya mulai sekarang kita berpikir untuk menghasilkan uang melalui limbah ini.
Caranya adalah dengan mengubahnya menjadi kerajinan rumah tangga. Melalui botol-botol minuman plastik atau plastik detergen dan makanan lainnya, kita bisa membuat berbagai kerajinan yang menarik seperti tas, tempat alat tulis, pot bunga, hingga aksesoris interior cantik lainnya.

Memanfaatkan Limbah Sayur atau Buah

Berbagai bagian sayur dan buah yang tidak terpakai biasanya akan langsung kita dibuang ke tong sampah begitu saja.
Padahal limbah sayur dan buah ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos untuk membuat tanaman-tanaman di sekitar rumah kita menjadi subur.
Daripada mengeluarkan uang untuk membeli pupuk kimia di toko, lebih baik membuat pupuk kompos sendiri dengan memanfaatkan limbah dapur tersebut. Selain gratis, pupuk kompos juga jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pupuk kimia.

Cukup dengan melakukan tiga langkah ini, kita akan mendapatkan hasil yang luar biasa.

Yuk, kita mulai dari sekarang

Mulai dari hal kecil, Mulai dari diri kita sendiri, Mulai dari sekarang

Kalau tidak sekarang, kapan lagi ?, Kalau bukan kita, siapa lagi ?

Ingat klan langkah pertama tadi ? Yuk pilah sampah mulai saat ini. Anda tidak sendiri, Kami siap menjadi mitra anda. Kami menyediakan tempat sampah terpilah dengan berbagai ukuran dan bentuk.

Jadi tunggu apa lagi, hubung kami di 0857-6863-6842



Yuk Pilah Sampah, mulai sekarang !


Sebagian besar orang di Indonesia masih kurang terlalu peduli terhadap sampah. Seringkali kita bahkan merasa lebih baik menjauh dari pembicaraan terkait dengan sampah.  Kebanyakan masyarakat masih memandang pembicaraan terkait dengan sampah hanya untuk dibicarakan oleh kalangan pemerhati lingkungan hidup saja. Tidak dianggap sebagai masalah yang serius, hanya dibahas pada saat menjelang Hari Lingkungan Hidup saja. Padahal issue terkait sampah ini seharusnya jadi issue kita bersama, kepedulian kita semua.

Sebagai contoh, masih banyaknya kita temui orang dengan seenaknya membuang sampah sembarangan, misalnya di jalan raya, di sekolah, di tempat peribadatan, di tempat wisata dan lain sebagainya. Bahkan tidak jarang juga kita melihat banyaknya sampah menggunung justru berada persis di depan tulisan, “Dilarang Membuang Sampah Sembarangan”. Bagaimana menurut anda ? Miris sekali lagi bukan ?

Suka atau tidak, harus kita akui bahwa inilah fakta yang terjadi di negeri kita tercinta, Indonesia. Bahkan di beberapa wilayah, sampah yang seharusnya memiliki potensi ekonomi apabila dapat di kelola dengan baik, menjadi masalah karena tidak terkelola dengan baik. 

Di banyak tempat banyak sampah bercampur aduk tidak karuan. Ada sampah daun dan sayur, kertas, plastik, seng, besi, aluminium, jarum suntik, obat-obatan, baterai dll. Satu dengan lain akan bereaksi dan membentuk senyawa yang lebih berbahaya. Celakanya, senyawa-senyawa itu kemudian ada yang terserap ke tanah, ada yang mengudara, ada yang mengalir, dan akhirnya masuk ke dalam tanaman kita, kemudian ke hewan dan akhirnya ke kita. Nah kalau sudah begini, Siapa yang rugi? Ya, pasti kita semua !

Untuk mengurangi resiko tersebut, maka pemilahan sampah menjadi sesuatu yang harus segera dilaksanakan oleh semua unsur masyarakat pada semua aktivitas. Pemilahan juga memudahkan penanganan sampah. Misalnya, sampah organik dapat kita olah menjadi kompos, biogas atau bentuk lainnya.

Terkait dengan hal di atas, kami menawarkan solusi tepat guna terkait dengan pemilahan sampah. Kami menawarkan produk tempat sampah terpilah yang terbuat dari fiber berkapasitas 40L, 50L dan 120L dengan variasi bentuk yang juga beragam.

Produk tempat sampah fiber kami memiliki keunggulan antara lain :

  1. Memiliki permukaan yang sangat halus di bagian luar, namun bagian dalamnya akan terlihat serat-serat fiber tentu saja hal ini tidak menjadi masalah untuk aplikasinya sebagai tempat sampah.
  2. Dibandingkan dengan plastik, bahan fiberglass jauh lebih ulet dan tahan banting sehingga umur ekspektasinya jauh lebih lama dibandingkan plastik.
  3. Adapun jika terjadi retak pada produk fiberglass, reparasi dapat dengan mudah dilakukan cukup dengan melapisi bagian dalamnya dengan fiberglass dan cairan resin yang sudah diberi katalis.
  4. Penggunaan pewarna internal atau dikenal dengan pigment, yaitu pewarnaan menyatu dengan produk sehingga tidak dapat luntur dikarenakan faktor lingkungan.
  5. Gelcoat pada fiberglass akan membuat permukaan produk lebih tahan luntur dan tahan gores dibandingkan produk plastik
  6. Fiberglass juga luas penggunaanya karena terkenal tahan terhadap air ataupun bahan-bahan kimia, mengingat zat-zat kimia yang terkandung pada sampah cukup berpotensi merusak tempat sampah.

Nah setelah mengetahui bahwa pemilahan sampah adalah masalah kita semua dan keunggulan produk tempat sampah berbahan fiber glass kami, jadi tunggu apalagi. Yuk dari sekarang kita mulai gerakan pemilahan sampah ini bersama kami.

Dengan senang hati kami akan menjadi mitra setia anda dalam pemilahan sampah

Mari Kita lakukan pemilahan sampah untuk kebersihan dan kesehatan lingkungan kita.

Mulai dari diri kita, Mulai dari hal kecil

Mulai dari sekarang

Kalau bukan sekarang, kapan lagi ?

Kalau bukan kita, siapa lagi ?

Lucy Herny

CV Markom

Pundong, 25/03/2019