Suka Buang Sampah Sembarangan ? Hati-hati, anda beresiko Terkena Penyakit ini

Sampah atau limbah, seperti sampah plastik, botol bekas, kertas tidak terpakai dan lain-lain sebaiknya dibuang ke tempat sampah. Lebih idealnya lagi di buang ke tempat sampah terpilah. Sampah yang dibiarkan begitu saja, dibuang sembarangan, tidak hanya akan merusak pemandangan secara estetika, akan tetapi dari sisi kesehatan juga dapat membahayakan diri kita.

Sampah yang dibiarkan begitu saja akan dapat mengundang lalat yang dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan. Jika lalat, kecoa, atau tikus menyentuh sampah-sampah dan secara tidak sengaja tangan manusia juga ikut bersentuhan, hal itu menjadi salah satu cara penularan kuman-kuman dari sampah ke orang lainnya. Bayangkan jika lalat atau kecoa yang baru saja bertengger di atas tumpukan sampah kemudian hinggap di atas makanan Anda. Jelas makanan Anda terkontaminasi oleh kuman. Mengonsumsinya akan membuat Anda terserang berbagai penyakit.

Padahal hal ini seringkali terjadi dan dialami baik oleh kita, anak-anak kita atau anggota keluarga kita yang lain. Secara tidak sengaja, dapat saja anda atau anggota keluarga anda menyentuh tumpukkan sampah atau setelah bekerja bakti membersihkan rumah, bisa dipastikan saat itu tangan kita dalam kondisi yang kotor. Kita lupa untuk membersihkan tangan kita dengan sabun, langsung menyentuh dan menyantap makanan yang telah tersaji. Atau ada seekor lalat hinggap di makanan tesebut, maka dengan cepat kuman penyakit itu berpindah dari onggokan sampah ke tubuh kita.

Banyak orang menganggap hal ini sebagai hal yang sepele. Padahal ini bukan hal yang remeh, mengingat penyakit yang disebabkan oleh sampah begitu berat dan banyak.

Penyakit-penyakit tersebut adalah :

  1. Hepatitis A

Virus Hepatitis A dapat menyebar melalui sampah. Virus ini menyebabkan adanya gangguan fungsi hati akut. Penyebaran virus hepatitis A terjadi akibat kontaminasi makanan dan air yang kemudian keduanya dikonsumsi oleh orang yang sehat.

  • Disentri

Disentri adalah radang usus yang menyebabkan diare disertai darah atau lendir. Diare sendiri ditandai dengan sering buang air besar yang lunak atau cair. Kondisi ini disebabkan oleh amuba dan bakteri yang banyak ditemukan pada sampah yang berserakan.

Bakteri penyebab disentri juga dapat berpindah ke manusia setelah melakukan kontak langsung dengan bakteri pada feses (misalnya, karena tidak mencuci tangan dengan bersih sehabis buang air besar). Bakteri ini juga dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, atau berenang di air yang tercemar. Penyakit ini sangat menular. Jika tidak segera ditangani, disentri dapat menyebabkan dehidrasi berat yang mengancam jiwa.

  • Salmonellosis

Salmonellosis  adalah penyakit yang timbul akibat infeksi bakteri Salmonella di dalam perut dan usus. Sebagian besar pasien dengan infeksi ringan akan sembuh dalam waktu 4-7 hari tanpa pengobatan. Penularan dapat terjadi ketika orang makan makanan yang terkontaminasi bakteri (seperti makan di restoran yang sama). Beberapa orang dengan diare akut dirawat di rumah sakit untuk diinfus dan memperoleh antibiotik.

Sebagian besar pasien Salmonellosis hidup dalam kondisi lingkungan yang miskin, berpolusi, dan kebanyakan dekat dengan lingkungan yang penuh sampah di mana-mana. Oleh karena itu, kualitas kebersihan makanan dapat meningkatkan risiko makanan beracun dan infeksi lainnya. Selain itu, Anda juga berisiko tinggi terkena Salmonellosis jika Anda melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.

  • Penyakit Pes

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersina pestisia yang ditularkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya. Umumnya, penyakit pes tersebar di daerah yang lingkungan padat penduduk dan pastinya memiliki tingkat kebersihan yang buruk alias sampah tersebar di mana-mana. Komplikasi penyakit dari tikus ini bisa berujung pada meningitis, bahkan kematian.

Perlu diketahui, bahwa penyakit ini bukan hanya disebarkan lewat tikus. Hewan seperti kelinci, anjing, kucing berkutu yang sudah terinfeksi pes bisa menjadi sumber penularan penyakit. Penularan terjadi jika Anda melakukan kontak langsung atau tergigit oleh hewan tersebut. 

  • Demam berdarah

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Demam Berdarah Dengue dulu disebut dengan penyakit “break-bone” karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot sehingga membuat tulang terasa retak.

Nyamuk demam berdarah sering berkembang biak di genangan air pada sampah yang dibuang sembarangan. Maka dari itu, ada baiknya sampah-sampah tidak dibuang secara sembangan, tetapi dikubur untuk mencegah terbentuknya sarang nyamuk.

Untuk Anda yang biasa membuang sampah ke sungai, Sampah juga bisa meracuni air sungai yang dipakai sebagai sumber air bersih untuk sehari-hari.

Kebiasaan buang sampah sembarangan bisa mengakibatkan sampah menumpuk di kali atau aliran sungai. Akibatnya, ekosistem di dalamnya akan rusak. Hewan yang hidup di sana dan kualitas air bisa tercemar apabila sampah menumpuk. Belum lagi aliran sungai yang mampet akibat sampah sehingga menyebabkan bencana lainnya.

Terdapat beberapa masalah kesehatan yang muncul apabila seseorang mengoncumsi air sungai yang tercemar. Beberapa penyakit di antaranya, adalah :

  1. Kolera.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae saat Anda mengonsumsi air atau makanan yang terkontaminasi oleh feses orang yang mengidap penyakit ini. Anda juga bisa terjangkit kolera jika Anda mencuci bahan makanan dengan air yang terkontaminasi. Gejalanya termasuk diare, muntah, kram perut, dan sakit kepala.

  • Amoebiasis, atau diare turis,

Penyakit ini disebabkan oleh amoeba yang hidup di air tercemar. Amoeba ini mengakibatkan infeksi pada usus besar dan hati. Gejala termasuk diare berdarah dan berlendir, bisa ringan atau sangat parah.

Nah sekarang sudah tahu kan bahayanya ? Bukan hanya berbahaya untuk diri kita tapi juga berbahaya bagi keluarga dan lingkungan sekitar kita.

Karena dari sekarang, yuk kita membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya di tempat sampah yang telah terpilah. Bagaimana tempat sampah terpilah yang baik itu ? Klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *