KETIKA SAMPAH TIDAK DIKELOLA

Ketika kita pergi ke sebuah tempat, entah itu kota, desa atau pinggiran, apa yang pertama kali membuat kita terkesan ? Buat umumnya kesan pertama terhadap suatu tempat ditentukan oleh kebersihan lingkungannya, kemudian keramahtamahan masyarakatnya dan lain sebagainya.

Kebersihan lingkungan di suatu tempat tidak dapat dilepaskan dari peran setiap anggota masyarakat di dalamnya dan peran. Kedisiplinan setiap anggota masyarakat / lembaga / organisasi untuk dapat membuang sampah pada tempatnya, hingga yang tidak dapat dianggap remeh juga adalah peran optimal lembaga / instansi / organisasi baik pemerintah maupun non pemerintah dalam menyediakan tempat sampah terpilah di tempat-tempat yang mudah diakses. Atau dengan kata lain, kebersihan suatu tempat sangat ditentukan oleh bagaimana semua pihak mengambil perannya dalam pengelolaan sampah.

Dapat dibayangkan apabila sampah tidak dikelola, maka orang-orang yang berada di dalamnya tidak akan dapat merasa nyaman dengan situasi yang ada, orang-orang yang berada diluar kota atau tempat tersebut dapat dipastikan akan merasa enggan untuk melakukan aktifitas disana, orang akan malas datang ke kota atau tempat yang kotor dan tidak sehat. Akibatnya investasi yang akan datang ke tempat tersebut akan berkurang. Hal ini kemudian akan dapat berakibat pada menurunnya daya saing dalam bidang pariwisatam ekonomi, sosial dan lainnya.

Pengelolaan sampah di berbagai kota dan wilayah di Indonesia mayoritas masih ditumpuk begitu saja di lahan terbuka (open dumping) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Longsornya timbunan sampah di TPA Leuwigajah – Bandung sekitar 10 tahun lalu seharusnya dapat menjadi pelajaran penting tentang pengelolaan sampah yang baik dan benar.

Sangat disayangkan kita belum dapat mengambil pelajaran berharga dari peristiwa itu. Sampah masih belum dikelola dengan baik. Sampah masih dikelola setengah hati. Sampah masih dibuang seenaknya ke mana saja, misalkan ke sungai, sehingga di beberapa tempat di Indonesia kerapkali mengalami banjir yang diakibatkan tersumbatnya aliran sungai akibat sampah yang menumpuk.

Apa yang dapat kita lakukan ?

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal diatas adalah dengan melakukan pengelolaan sampah.

Langkah awal dalam pengelolaan sampah adalah dengan melakukan pemilahan sampah, menyediakan tempat sampah terpilah.

Penyediaan tempat sampah terpilah dapat dilakukan di lembaga-lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah.

Agar tidak menimbulkan masalah baru, kita harus juga memperhatikan bahan yang digunakan dalam pembuatan tempat sampah terpilah. Fiberglass adalah bahan yang sangat dianjurkan dalam membuat tempat sampah terpilah. Karena mempunyai banyak keunggulan daripada tempat sampah berbahan plastik.

Kami menyediakan produk tempat sampah berbahan fiberglass, dapat dilihat disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *