Lingkungan Tidak Sehat Berpotensi Membunuh 12,6 juta jiwa per tahun

Sebagian dari kita akan berpikir bahwa judul di atas mengada-ada atau paling tidak terlalu membesar-besarkan masalah.

Banyak diantara yang menganggap menciptakan lingkungan yang sehat adalah tidak begitu penting dan hanya tugas segelintir orang saja. Padahal kalau lingkungan sekitar kita bersih dan sehat, siapa yang untung ? pasti kita semua kan ?

Saat ini sudah bukan waktunya lagi menunjuk pihak lain yang harus paling berpikir tentang bagaimana membuat sebuah lingkungan menjadi bersih dan sehat, karena itu semua menjadi tanggung jawab kita semua. Kita semua mempunyai tanggung jawab dan peran yang sama besar.

Lingkungan yang tidak sehat bukan hanya tidak enak dipandang mata atau dapat berakibat penyakit. Bukan hanya itu !

Sekitar 12,6 juta jiwa meninggal setiap tahun akibat lingkungan yang tidak sehat. Laporan dari badan kesehatan dunia WHO tersebut memaparkan dampak dari hidup dan bekerja di kondisi lingkungan yang buruk.

WHO mengingatkan bahwa polusi udara, air dan tanah dan juga paparan terhadap bahan kimia, radiasi sinar ultraungu dan dampak perubahan iklim menyebabkan lebih dari 100 penyakit dan cedera yang terjadi pada penghuni planet Bumi.

Dikutip dari Fortune, laporan badan dunia ini menemukan nyaris 25 persen kematian itu disebabkan oleh kondisi tempat tinggal atau tempat kerja yang buruk. Di Eropa angka ini mencapai 1,4 juta kematian setiap tahun.

Anak-anak dan orang dewasa yang berumur antara 50-75 tahun paling merasakan dampak buruk lingkungan, sementara 1,7 juta jiwa anak balita menderita akibat penyakit menular dan penyakit akibat lingkungan yang buruk. Sebanyak 4,9 juta jiwa orang dewasa mati akibat penyakit tidak menular.

Stroke, yang menyebabkan 2,5 juta jiwa melayang setiap tahun, menjadi pembunuh dunia nomor satu dalam hal kematian yang berhubungan dengan lingkungan. Pada urutan berikutnya adalah penyakit jantung yang merenggut nyawa 2,3 juta jiwa.

Selain itu, sebanyak 40 persen kasus asma berhubungan dengan lingkungan yang tidak sehat, dan sebenarnya bisa dikurangi dengan mencegah polusi udara, asap dari rokok orang lain, dan kelembapan ruangan rumah.

Lingkungan yang buruk juga menyumbang 11 persen kasus meninggal akibat depresi, yang sebenarnya bisa dicegah dengan menerapkan keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan rumah yang baik.

WHO mengatakan bahwa para pemimpin dunia harus mulai berinvestasi dalam upaya penurunan risiko lingkungan yang buruk.

Laporan itu juga menyoroti bagaimana langkah-langkah kesehatan dasar dapat menyelamatkan nyawa, karena kematian akibat diare dan malaria telah menurun drastis di dunia sejak akses terhadap air yang bersih dan aman tersedia.

Bahkan apabila kita turut berperan dalam menciptakan lingkungan yang sehat, masing-masing kita juga berkontribusi terhadap lahirnya populasi yang sehat.

Oleh karenanya tidak hanya negara, bahkan kita semua harus segera melakukan aksi
untuk membuat lingkungan sebagai tempat yang sehat untuk hidup dan bekerja. Sebab apabila tidak, jutaan orang akan sakit dan mati muda.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan terhadap kesehatan baik di perkotaan, pedesaan, kantor pemerintah, perkantoran swasta dan dunia usaha, perumahan serta ruang publik terbuka seperti taman, pelataran parkir, lapangan olah raga dan lain-lain.

Upaya tersebut bisa secara nyata menurunkan angka kematian yang disebabkan karena penyakit kardiovaskular dan pernapasan, luka, dan kanker, dan hal ini akan mengarah pada penghematan biaya perawatan kesehatan.

Dengan uraian di atas, masihkah kita menganggap remeh menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat ?

Solusi Kebersihan senantiasa setia menjadi mitra anda dalam menciptakan lingkungan sehat dan bersih. Yuk simak produk-produknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *