TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH YANG BERSIH DAN INDAH ….. Yuk Belajar ke Negeri Tetangga

Sampah saat ini kian menjadi permasalahan yang serius di hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Hampir di semua tempat permasalahan yang sangat sering tedengar adalah sampah kian banyak, sebaliknya ketersediaan lahan di sisi lain semakin terbatas.

Banyak kemudian pihak-pihak yang menawarkan alternatif solusi melalui salah satunya konsep Reduce, Reuse dan Recycle, dimulai dari pemilahan antara sampah organik, anorganik, B3, Plastik, Logam. Selain itu, dilakukan juga pemiliahan antara sampah yang masih bisa digunakan (baik lewat industri kreatif maupun pertanian) dan mana yang tidak.

Akan tetapi tantangan masih tetap ada, dan menuntut banyak pihak untuk bersinergi dan lebih berpikir tentang solusi terdepan.

Salah satu negara tetangga kita telah mempunyai jurus jitu dalam penanganan masalah persampahan ini. SINGAPURA.

Siapa tidak kenal dengan negara satu ini, kita dalam belajar banyak hal dari negara ini.

Berbicara tentang negara Singapura pasti tidak lepas dari negara maju, negara kecil, hingga negara modern. Namun, mungkin tidak banyak orang tahu bahwa terdapat fakta-fakta menarik seputar Negara dengan ikon Singa ini. Contohnya, negara ini melarang produksi, konsumsi dan penjualan permen karet. Bahkan yang paling menarik dan belum banyak diketahui adalah Singapura membuat pulau dari sampah.

Ketika negara-negara di sekitar Asia Tenggara berjuang untuk mengatasi tumpukan plastik dan sampah lainnya di darat dan di perairan mereka, tidak untuk Singapura. Singapura adalah salah satu negara yang bisa dibilang sudah menemukan solusi untuk permasalahan sampah negaranya sendiri.

Jalan-jalan di Singapura bersih, taman dan pantainya sebagian besar bebas dari sampah. Penampakan di negara tersebut berbeda dari negara-negara tetangganya. Hampir semua sampah di Singapura yang tidak dapat didaur ulang dibakar. Lalu abu dan beberapa limbah padat dikirim ke pulau buatan di dekatnya yang juga berfungsi sebagai cagar alam bernama Pulau Semakau seperti yang diberitakan oleh Reuters, Jumat (26/4/2019).

Plastik adalah kategori limbah terbesar yang dibuang di Singapura. Menurut data dari Badan Lingkungan Nasional (NEA) tahun lalu ada lebih kurang sekitar 763.400 ton sampah. Dan hanya 6 persen dari 763.400 ton limbah plastik yang dihasilkan didaur ulang. Analisis data NEA menunjukkan bahwa limbah plastik per kapita telah meningkat hampir 20 persen selama 15 tahun terakhir. Pada bulan Maret dikatakan setiap orang di Singapura rata-rata membuang 13 kantong sehari pada tahun 2016.

Negara Singapura memiliki kepadatan populasi tertinggi ketiga di dunia dengan hampir 8.000 orang per kilometer persegi. Negara Singapura berdiri di sebuah pulau kecil, bahkan dulunya mereka sangat kebingungan kemana sampah-sampahnya akan dibuang. Hingga pada akhirnya Singapura menemukan solusi permasalahan mereka sendiri dengan membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) lepas pantai pertama.

TPA lepas pantai buatan manusia pertama Singapura, TPA Semakau, adalah solusi sementara untuk masalah itu sampah di negara ini. Ini dirancang untuk menangani sampah dari Singapura untuk memastikan bahwa lingkungan di sekitarnya terlindungi.

Tidak seperti gambaran kebanyakan orang mengenai TPA, TPA lepas pantai Semakau merupakan TPA yang bersih dan indah.

Berikut 4 fakta menarik TPA Pulau Semakau Singapura yang dilansir dari The Smart Local Singapore, Jumat (26/4/2019).

  1. Tak Terlihat Seperti Pulau Sampah

Melihat keindahakan PuLau Semakau, siapa yang akan menyangka kalau pulau ini adalah TPS nya Singapura ?

  • Aman untuk Ekosistem

Walaupun terbuat dari abu pembakaran sampah dan limbah, keberadaan pulau ini tidak mencemari ekosistem di sekitarnya. Bahkan air disana tidak tercemar dan menjadi habitat bagi hewan-hewan laut.

  • Perairan Jernih

Singapura bahkan telah mengantisipasi kebocoran zat-zat berbahaya yang bisa merusak air. Mereka membuat TPA ini menjadi tempat pembuangan dan pengolahan yang ramah lingkungan.

  • Memiliki Peternakan Ikan Terapung
  • Berlawanan dengan kepercayaan umum bahwa tempat pembuangan sampah kotor dan merusak populasi, Singapura justru membuat peternakan ikan apung di sekitar TPA.

Nah bagaimana dengan Indonesia ?

Permasalahan ini merupakan permasalahan bersama, sehingga penyelesaikan memerlukan sinergi dari banyak pihak. Tidak terkecuali kita. Kita bisa memulainya dengan cara yang sangat sederhana yaitu dengan melakukan pemilihan sampah. Yuk kita bermitra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *