Mengelola Sampah Ternyata Diatur Dalam Undang-Undang Lho!

Di zaman sekarang, sampah merupakan permasalahan nasional bahkan dunia. Pengelolaan sampah terutama di Indonesia belum bisa dikatakan baik. Hal ini membuat pemerintah tergerak menyelesaikan masalah pengelolaan sampah dengan memberi kepastian hukum. Salah satu caranya adalah menciptakan UU no.18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. UU selengkapnya bisa anda cek di UU Sampah 18-2008 (jakarta.go.id).

UU no.18 tahun 2008 terdiri dari 18 bab dan 49 pasal. Panjang sekali ya. Oleh karena itu, artikel ini hadir untuk meringkas isi dari UU no.18 tahun 2008 khususnya tentang pemilahan sampah. Mari kita bahas!

Dalam pasal 13 UU no 18 tahun 2008 setiap kawasan permukiman, kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan fasilitas lainnya wajib menyediakan fasilitas pemilahan sampah. Pemilahan sampah yang dimaksud adalah pengelompokan sampah sesuai jenis, jumlah, dan sifat dari sampah. Pasal 13 didukung oleh pasal 45 yang menyebutkan setiap kawasan-kawasan yang disebutkan di pasal 13 wajib memiliki atau membangun fasilitas pemilahan sampah paling lama satu tahun pada saat diundangkannya UU.

Dalam UU no.18 tahun 2008, pemerintah dan masyarakat memiliki peran masing-masing mengatasi masalah sampah. Peran pemerintah yang diatur dalam bab tiga yaitu: memberi fasilitas pengolahan sampah, melaksanakan pengolahan sampah, mengedukasi masyarakat, menetapkan kebijakan pengolahan sampah, dan pemantauan. Peran masyarakat yang diatur dalam bab 9 yaitu: memberikan usul dan pertimbangan kepada pemerintah, perumusan kebijakan, dan pemberian saran dalam penyelesaian sengketa persampahan.

UU no.18 tahun 2008 juga membahas larangan dalam mengelola sampah. Larangan yang dibahas oleh Bab 10 yaitu: memasukkan sampah ke wilayah NKRI, mengimpor sampah, mencampur sampah dengan limbah berbahaya, mengelola sampah yang dapat menimbulkan pencemaran, membuang sampah sembarangan, penanganan sampah dengan pembuangan terbuka di tempat pemrosesan akhir, dan membakar sampah yang tidak sesuai aturan teknis yang berlaku. Melakukan larangan dapat dihukum pidana penjara 5 tahun dan denda hingga 5 miliar.

Inti dari UU no.18 tahun 2008 adalah memberi kejelasan tentang pengertian sampah dan jenisnya, cara mengelola sampah, peran warga negara dalam mengatasi masalah sampah, dan larangan serta sanksi. Sebagai warga negara yang baik, kita wajib mendukung untuk mengatasi masalah sampah yang diatur di UU ini dengan turut aktif membuang sampah pada tempatnya dan memilahnya dengan benar serta memberi kritik dan saran yang membangun kepada pemerintah tentang masalah sampah.

solusikebersihan.com memiliki misi mengajak masyarakat Indonesia menjadi penyelemat lingkungan dengan salah satu caranya dengan menggunakan produk kami. Produk kami terdiri dari tempat sampah fiberglasstempat sampah drum plastiktempat sampah ember plastik, bahkan gerobak sampah yang memiliki kualitas bahan baik.

Tentunya usaha atau misi kami ini tidak akan berjalan dengan baik jika tidak didukung oleh semua pihak, oleh karena itu kalau bukan dari anda yang menjadi contoh bagi yang lain, kita akan berharap pada siapa lagi? Jadilah penyelamat lingkungan mulai dari anda sendiri.

Pelajari selengkapnya tentang produk kami dengan klik tulisan ini!

solusikebersihan.com merupakan platform online yang menyediakan solusi peralatan kebersihan, klik di sini untuk mempelajari produk kami. Kami juga mengulas topik-topik yang berhubungan dengan lingkungan hidup, klik di sini untuk mempelajari selengkapnya. Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat kontak kami klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *