MENGATASI SAMPAH ? YUK LIHAT GERAKAN MANDIRI DI NEGARA-NEGARA INI

Sampah masih menjadi permasalahan diberbagai negara di dunia, termasuk Indonesia di dalamnya. Meski persoalan ini belum tuntas, gerakan masyarakat secara mandiri mengatasi persoalan sampah tak pernah berhenti.

Situs Goodnet.org menulis lima cara kreatif mengolah sampah yang dilakukan di lima negara. Salah satunya di Indonesia.

Lima cara ini bisa menjadi inspirasi di peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap 21 Februari.

SWEDIA, MENGUBAH SAMPAH JADI SUMBER ENERGI YANG BERMANFAAT

Swedia dikenal dengan perkembangan lingkungannya yang progresif. Negara Skandinavia ini berhasil membangun sistem mengubah sampah menjadi energi yang secara efisien mampu menghasilkan energi panas untuk 950 ribu rumah tangga dan menyediakan listrik bagi 260 ribu rumah.

Swedia mendaur ulang dan memilah-milah sampahnya secara efektif. Hanya sekitar kurang dari 1% sampah saja yang dikirim ke tempat pembuangan akhir.

Dengan paradigma sampah sebagai komoditas, Swedia mengimpor sampah dari negara-negara Eropa untuk memenuhi kebutuhan energinya. Negara tersebut mengubah 700 kg sampah menjadi 250 kg energi dan bahan bakar

Wah, Keren yaaaa ….

UGANDA, MEMBANGUN TAMAN HIBURAN DARI SAMPAH

Seorang seniman dan ahli lingkungan, Ruganzu Bruno, membawa seni ekologis ke daerah kumuh Kampala, Uganda. Bruno tergabung dalam Eco Art Uganda, yang merupakan kumpulan seniman yang berdedikasi untuk mempromosikan kesadaran lingkungan.

Perkumpulan tersebut menciptakan sebuah taman hiburan untuk anak-anak dari bahan-bahan yang dibuang. Contohnya, mereka membuat ayunan dan permainan papan dari botol-botol plastik bekas.

Hal ini mereka lakukan dengan berbagai tujuan seperti mempercantik lingkungan, memberdayakan, dan mengajarkan anak-anak serta tentu saja mendaur ulang dan mengelola sampah secara efektif.

Luar biasa, ternyata sampah bisa jadi cantik yaa

INDIA, SAMPAH PLASTIK UNTUK MENGASPAL JALAN

Profesor Kimia Rajagopalan Vasudevan merancang sebuah cara untuk mengubah sampah plastik menjadi pengganti aspal. Aspal, seperti yang kita ketahui merupakan bahan utama untuk konstruksi jalan.

Melihat peningkatan jumlah sampah plastik di India, Vasudevan pun optimis sampah merupakan harta karun sumber daya yang belum dimanfaatkan.

Sampah plastik ini menggantikan 15% aspal yang otomatis menghemat dana karena plastik lebih murah dibandingkan aspal yang biasa digunakan.

Sebuah inovasi yang luar biasa, ….

HONG KONG, MEMBANGUN ECO-PARK DI ATAS TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH AKHIR

Tempat Pembuangan Akhir Sai Tso Wan dulunya menampung hingga 1.6 juta ton sampah. Sampah ini menumpuk hingga setinggi 65 meter atau sekitar 213 kaki.

Setelah ditutup dengan tanah pada tahun 1981, tempat ini dijadikan taman bermain multiguna pada tahun 2004. Taman bermain ini didukung oleh turbin angin, sel surya dan energi yang berasal dari metana yang dihasilkan dari sampah yang membusuk.

INDONESIA, MENUKAR SAMPAH DENGAN LAYANAN KESEHATAN

Dr. Gamala Albinsaid melihat adanya hubungan antara kesehatan masyarakat dengan tingginya sampah yang terkumpul di Malang, Jawa Timur, Indonesia. Menjadikan sampah sebagi mata uang, ia menciptakan asuransi kesehatan sampah.

Masyarakat bisa menukar sampah dengan pelayanan kesehatan maupun obat-obatan. Tak perlu uang sebagai imbal jasa, cukup dengan membawa sampah.

Bagaimana rekan-rekan sekalian, menarik dan kreatif kan ?  

Semoga Gerakan Masyarakat Mandiri dalam mengelola sampah dapat menginspirasi gerakan-gerakan serupa. Semakin banyak individu-inividu yang melakukan gerakan kreatif ini, akan menjadi semakin baik.

Semakin kita tahu bahwa sampah juga punya nilai jika di daur ulang dan dimanfaatkan kembali untuk kehidupan manusia pada umumnya.  

Semoga gerakan memanfaatkan sampah ini dapat diadopsi menjadi Gerakan Massive yang diprakarsai oleh pemerintah dengan melibatkan semua pihak tentunya, seperti dunia usaha, media, LSM, Ormas, lembaga pendidikan dan lain-lain.

Dan akhirnya menjadikan dunia menjadi lebih baik dan ramah bagi setiap manusia.

Kita pun bisa melakukannya

Dimulai dari pemilahan sampah kita sendiri, bagaimana cara pemilahannya ? Yuk simak disini

TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH YANG BERSIH DAN INDAH ….. Yuk Belajar ke Negeri Tetangga

Sampah saat ini kian menjadi permasalahan yang serius di hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Hampir di semua tempat permasalahan yang sangat sering tedengar adalah sampah kian banyak, sebaliknya ketersediaan lahan di sisi lain semakin terbatas.

Banyak kemudian pihak-pihak yang menawarkan alternatif solusi melalui salah satunya konsep Reduce, Reuse dan Recycle, dimulai dari pemilahan antara sampah organik, anorganik, B3, Plastik, Logam. Selain itu, dilakukan juga pemiliahan antara sampah yang masih bisa digunakan (baik lewat industri kreatif maupun pertanian) dan mana yang tidak.

Akan tetapi tantangan masih tetap ada, dan menuntut banyak pihak untuk bersinergi dan lebih berpikir tentang solusi terdepan.

Salah satu negara tetangga kita telah mempunyai jurus jitu dalam penanganan masalah persampahan ini. SINGAPURA.

Siapa tidak kenal dengan negara satu ini, kita dalam belajar banyak hal dari negara ini.

Berbicara tentang negara Singapura pasti tidak lepas dari negara maju, negara kecil, hingga negara modern. Namun, mungkin tidak banyak orang tahu bahwa terdapat fakta-fakta menarik seputar Negara dengan ikon Singa ini. Contohnya, negara ini melarang produksi, konsumsi dan penjualan permen karet. Bahkan yang paling menarik dan belum banyak diketahui adalah Singapura membuat pulau dari sampah.

Ketika negara-negara di sekitar Asia Tenggara berjuang untuk mengatasi tumpukan plastik dan sampah lainnya di darat dan di perairan mereka, tidak untuk Singapura. Singapura adalah salah satu negara yang bisa dibilang sudah menemukan solusi untuk permasalahan sampah negaranya sendiri.

Jalan-jalan di Singapura bersih, taman dan pantainya sebagian besar bebas dari sampah. Penampakan di negara tersebut berbeda dari negara-negara tetangganya. Hampir semua sampah di Singapura yang tidak dapat didaur ulang dibakar. Lalu abu dan beberapa limbah padat dikirim ke pulau buatan di dekatnya yang juga berfungsi sebagai cagar alam bernama Pulau Semakau seperti yang diberitakan oleh Reuters, Jumat (26/4/2019).

Plastik adalah kategori limbah terbesar yang dibuang di Singapura. Menurut data dari Badan Lingkungan Nasional (NEA) tahun lalu ada lebih kurang sekitar 763.400 ton sampah. Dan hanya 6 persen dari 763.400 ton limbah plastik yang dihasilkan didaur ulang. Analisis data NEA menunjukkan bahwa limbah plastik per kapita telah meningkat hampir 20 persen selama 15 tahun terakhir. Pada bulan Maret dikatakan setiap orang di Singapura rata-rata membuang 13 kantong sehari pada tahun 2016.

Negara Singapura memiliki kepadatan populasi tertinggi ketiga di dunia dengan hampir 8.000 orang per kilometer persegi. Negara Singapura berdiri di sebuah pulau kecil, bahkan dulunya mereka sangat kebingungan kemana sampah-sampahnya akan dibuang. Hingga pada akhirnya Singapura menemukan solusi permasalahan mereka sendiri dengan membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) lepas pantai pertama.

TPA lepas pantai buatan manusia pertama Singapura, TPA Semakau, adalah solusi sementara untuk masalah itu sampah di negara ini. Ini dirancang untuk menangani sampah dari Singapura untuk memastikan bahwa lingkungan di sekitarnya terlindungi.

Tidak seperti gambaran kebanyakan orang mengenai TPA, TPA lepas pantai Semakau merupakan TPA yang bersih dan indah.

Berikut 4 fakta menarik TPA Pulau Semakau Singapura yang dilansir dari The Smart Local Singapore, Jumat (26/4/2019).

  1. Tak Terlihat Seperti Pulau Sampah

Melihat keindahakan PuLau Semakau, siapa yang akan menyangka kalau pulau ini adalah TPS nya Singapura ?

  • Aman untuk Ekosistem

Walaupun terbuat dari abu pembakaran sampah dan limbah, keberadaan pulau ini tidak mencemari ekosistem di sekitarnya. Bahkan air disana tidak tercemar dan menjadi habitat bagi hewan-hewan laut.

  • Perairan Jernih

Singapura bahkan telah mengantisipasi kebocoran zat-zat berbahaya yang bisa merusak air. Mereka membuat TPA ini menjadi tempat pembuangan dan pengolahan yang ramah lingkungan.

  • Memiliki Peternakan Ikan Terapung
  • Berlawanan dengan kepercayaan umum bahwa tempat pembuangan sampah kotor dan merusak populasi, Singapura justru membuat peternakan ikan apung di sekitar TPA.

Nah bagaimana dengan Indonesia ?

Permasalahan ini merupakan permasalahan bersama, sehingga penyelesaikan memerlukan sinergi dari banyak pihak. Tidak terkecuali kita. Kita bisa memulainya dengan cara yang sangat sederhana yaitu dengan melakukan pemilihan sampah. Yuk kita bermitra

Lingkungan Tidak Sehat Berpotensi Membunuh 12,6 juta jiwa per tahun

Sebagian dari kita akan berpikir bahwa judul di atas mengada-ada atau paling tidak terlalu membesar-besarkan masalah.

Banyak diantara yang menganggap menciptakan lingkungan yang sehat adalah tidak begitu penting dan hanya tugas segelintir orang saja. Padahal kalau lingkungan sekitar kita bersih dan sehat, siapa yang untung ? pasti kita semua kan ?

Saat ini sudah bukan waktunya lagi menunjuk pihak lain yang harus paling berpikir tentang bagaimana membuat sebuah lingkungan menjadi bersih dan sehat, karena itu semua menjadi tanggung jawab kita semua. Kita semua mempunyai tanggung jawab dan peran yang sama besar.

Lingkungan yang tidak sehat bukan hanya tidak enak dipandang mata atau dapat berakibat penyakit. Bukan hanya itu !

Sekitar 12,6 juta jiwa meninggal setiap tahun akibat lingkungan yang tidak sehat. Laporan dari badan kesehatan dunia WHO tersebut memaparkan dampak dari hidup dan bekerja di kondisi lingkungan yang buruk.

WHO mengingatkan bahwa polusi udara, air dan tanah dan juga paparan terhadap bahan kimia, radiasi sinar ultraungu dan dampak perubahan iklim menyebabkan lebih dari 100 penyakit dan cedera yang terjadi pada penghuni planet Bumi.

Dikutip dari Fortune, laporan badan dunia ini menemukan nyaris 25 persen kematian itu disebabkan oleh kondisi tempat tinggal atau tempat kerja yang buruk. Di Eropa angka ini mencapai 1,4 juta kematian setiap tahun.

Anak-anak dan orang dewasa yang berumur antara 50-75 tahun paling merasakan dampak buruk lingkungan, sementara 1,7 juta jiwa anak balita menderita akibat penyakit menular dan penyakit akibat lingkungan yang buruk. Sebanyak 4,9 juta jiwa orang dewasa mati akibat penyakit tidak menular.

Stroke, yang menyebabkan 2,5 juta jiwa melayang setiap tahun, menjadi pembunuh dunia nomor satu dalam hal kematian yang berhubungan dengan lingkungan. Pada urutan berikutnya adalah penyakit jantung yang merenggut nyawa 2,3 juta jiwa.

Selain itu, sebanyak 40 persen kasus asma berhubungan dengan lingkungan yang tidak sehat, dan sebenarnya bisa dikurangi dengan mencegah polusi udara, asap dari rokok orang lain, dan kelembapan ruangan rumah.

Lingkungan yang buruk juga menyumbang 11 persen kasus meninggal akibat depresi, yang sebenarnya bisa dicegah dengan menerapkan keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan rumah yang baik.

WHO mengatakan bahwa para pemimpin dunia harus mulai berinvestasi dalam upaya penurunan risiko lingkungan yang buruk.

Laporan itu juga menyoroti bagaimana langkah-langkah kesehatan dasar dapat menyelamatkan nyawa, karena kematian akibat diare dan malaria telah menurun drastis di dunia sejak akses terhadap air yang bersih dan aman tersedia.

Bahkan apabila kita turut berperan dalam menciptakan lingkungan yang sehat, masing-masing kita juga berkontribusi terhadap lahirnya populasi yang sehat.

Oleh karenanya tidak hanya negara, bahkan kita semua harus segera melakukan aksi
untuk membuat lingkungan sebagai tempat yang sehat untuk hidup dan bekerja. Sebab apabila tidak, jutaan orang akan sakit dan mati muda.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan terhadap kesehatan baik di perkotaan, pedesaan, kantor pemerintah, perkantoran swasta dan dunia usaha, perumahan serta ruang publik terbuka seperti taman, pelataran parkir, lapangan olah raga dan lain-lain.

Upaya tersebut bisa secara nyata menurunkan angka kematian yang disebabkan karena penyakit kardiovaskular dan pernapasan, luka, dan kanker, dan hal ini akan mengarah pada penghematan biaya perawatan kesehatan.

Dengan uraian di atas, masihkah kita menganggap remeh menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat ?

Solusi Kebersihan senantiasa setia menjadi mitra anda dalam menciptakan lingkungan sehat dan bersih. Yuk simak produk-produknya

5 CARA SEDERHANA JADI PENYELAMAT LINGKUNGAN

Sadarkah kita adalah penyumbang aktif sampah aktif per hari nya ? Yaaa benar sekali …. kita semua !

Setiap harinya tanpa terasa kita “telah menyumbang” kurang lebih 800 gram sampah setiap harinya. Itu berarti dalam setahun kita menyumbang sampah seberat 292 Kg. Baik itu yang temasuk dalam kategori sampah organik, anorganik, plastik, logam atau bahan bahan berbahaya.  

Itu hanya sampah yang dihasilkan oleh satu orang loh, terbayangkan berapa banyaknya sampah yang dihasilkan manusia se Indonesia, bahkan sedunia setiap tahunnya ? Nah karena itulah pentingnya melakukan setiap kita juga berperan dalam pengelolaan sampah di rumah dan lingkungan kerja kita masing-masing.

Tujuan pengelolaan sampah adalah membuat sampah memiliki nilai ekonomi atau merubahnya menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan. Dengan pengelolaan sampah rumah tangga yang benar, kamu dapat membantu untuk menekan dampak negatif sampah terhadap lingkungan. Begitu pun dengan sampah yang ada di lingkungan kerja kita.

Bagaimana cara pengelolaan sampah yang benar ? Simak caranya :

  1. Pisahkan Sampah Sesuai Dengan Jenisnya

Langkah pertama sistem pengelolaan sampah di rumah adalah memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Secara garis besar kamu dapat memisahkan sampah menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik.

Siapkanlah dua tempat sampah yang berbeda di rumah yang dikhususkan untuk setiap jenis-jenis sampah. Kalian pasti sudah tahu, sampah organik adalah sampah yang berasal dari alam. Seperti sisa makanan atau daun. Dengan kata lain semua sampah yang dapat terurai dengan mudah adalah sampah organik. Sementara sampah plastik, karet, kaca dan kaleng masuk ke dalam kategori sampah anorganik.

Dengan memisahkan sampah organik dan anorganik, akan memudahkan kamu untuk memudahkan kamu dalam pengelolaan sampah di rumah kamu pada langkah berikutnya.

Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan untuk berkebun.

  • Pengelolaan Sampah Organik

Cara pengelolaan sampah organik yang paling mudah adalah dengan membuatnya menjadi pupuk kompos yang dapat kamu gunakan untuk berkebun. Namun jika kamu tidak suka berkebun atau tidak suka dengan aroma yang ditimbulkan selama pembuatan pupuk kompos, kamu dapat mendonasikan sampah organik ke sahabat yang memiliki hobi berkebun atau penjual tanaman. Karena mereka pasti dengan senang hati menerimanya untuk dibuat menjadi pupuk kompos.

  • Pengelolaan Sampah Anorganik

Sebagian sampah anorganik dapat didaur ulang, seperti kertas, kardus, botol kaca, botol plastik, kaleng dan lainnya. Jika kamu tidak yakin apakah sebuah kemasan makanan dapat didaur ulang atau tidak, kamu dapat memeriksa logo daur ulang pada kemasan makanan tersebut. Jika terdapat logo daur ulang, maka kemasan makanan tersebut dapat didaur ulang. Bawa sampah-sampah anorganik tersebut ke pusat daur ulang sampah terdekat atau kamu juga bisa memberikannya kepada pemulung.

  • Pengelolaan Sampah Berbahaya

Pisahkan sampah-sampah berbahaya untuk dibawa ke pusat daur ulang. Petugas pusat daur ulang pasti tau cara untuk mendaur ulang sampah berbahaya agar tidak merusak lingkungan.

Untuk barang-barang elektronik yang sudah rusak alias menjadi sampah, kamu dapat mengembalikannya ke perusahaan yang memproduksinya. Beberapa perusahaan elektronik menerima barang elektronik bekas untuk mereka daur ulang kembali menjadi produk elektronik baru.

  • Reduce, Reuse and Recycle !

Budayakan gaya hidup Reduce, Reuse and Recycle atau biasa dikenal dengan 3R, dari diri kamu. Biasakan untuk mengurangi pemakaian plastik atau bahan-bahan lain yang sulit terurai. Untuk menghemat penggunaan plastik, kamu bisa baca lebih lengkap di artikel lainnya yang membahas diet sampah plastik.

Kemudian jangan lupa memanfaatkan barang bekas agar bisa digunakan kembali. Seperti memanfaatkan botol plastik bekas untuk dijadikan pot tanaman. Itu hanya salah satu contoh saja. Masih banyak lagi barang bekas yang bisa digunakan kembali dengan ide kreatifmu!

Terakhir, jangan lupa untuk selalu mendaur ulang sampah-sampah yang dapat didaur ulang kembali. Dengan membawa sampah tersebut ke pusat daur ulang, seperti yang telah dibahas mengenai pengelolaan sampah anogarnik di atas.

Memanfaatkan sisa botol plastik untuk dijadikan pot tanaman.

Solusi Kebersihan akan selalu menjadi mitra anda dalam melakukannya. Yuk bermitra

ARTI TPS DAN TPA : AGAR TIDAK SALAH KAPRAH

Siapa yang tidak tahu atau tidak pernah mendengar jargon “Buanglah Sampah pada Tempatnya”? Semua orang pasti pernah mendengarnya. Mulai dari Anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua semua pernah mendengarnya. Jargon kebersihan ini begitu populer bertahun-tahun melintasi beberapa generasi. Tidaklah mengherankan bila kebanyakan masyarakat memiliki persepsi bahwa sampah adalah sesuatu yang memang sudah seharusnya dibuang.  

Dimanakah tempat pembuangannya? Bila dibuat survei, hampir dapat dipastikan jawaban teratas adalah keranjang / tempat sampah.  Bila surveinya diadakan di masyarakat perkotaan, maka tentu akan banyak juga yang menjawab TPS dan TPA.  

Dari sisi pengelolaan sampah perkotaan (urban waste management) tentu ini hal yang menggembirakan bahwa masyarakat mengetahui alur pengolahan sampah adalah dari sumbernya (rumah tangga, kantor, tempat publik, dsb) ke TPS dan berakhir di TPA.  

Namun berapa banyak masyarakat yang tahu bahwa kepanjangan dari TPS adalah bukan Tempat Pembuangan Sampah dan kepanjangan dari TPA bukanlah Tempat Pembuangan Akhir ? 

Singkatan TPS dan TPA muncul dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah dan beberapa peraturan menteri lingkungan hidup dan menteri pekerjaan umum yang merupakan peraturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.  

TPS adalah singkatan dari Tempat Penampungan Sementara yaitu tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang, pengolahan, dan/atau tempat pengolahan sampah terpadu.  

Sedangkan TPA adalah singkatan dari Tempat Pemrosesan Akhir yaitu tempat untuk memroses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan secara aman bagi manusia dan lingkungan.  

Mempersepsikan TPS dan TPA sebagai Tempat Pembuangan Sampah mengandung bahaya dalam hal pengelolaan sampah kota yang berkelanjutan: Apabila persepsi ini terus berlanjut, maka hampir bisa dipastikan warga kota akan menaruh semua jenis sampah yang dihasilkannya ke TPS.  

Hal ini akan berakibat pada tingginya volume sampah dan meningkatnya beban kerja petugas pengangkut sampah, apalagi pada kota yang memiliki personil, alat angkut dan biaya operasional sampah yang terbatas.  

Dalam kondisi demikian, bila semua sampah dari semua TPS diangkut dan ditimbun di TPA maka akan memperpendek umur pakai TPA tersebut karena dapat diprediksikan bahwa TPA akan cepat menjadi penuh.  

Bila TPA sudah menjadi penuh mau kemana lagi sampah kota dibawa ? 

Mencari lokasi baru untuk membuat TPA baru ?

Jangan lupa bahwa  pertambahan jumlah penduduk dan pembangunan yang meningkat seiring berjalannya waktu akan berakibat pada berkurangnya ketersediaan lahan.  

Sudah terjadi seperti di Provinsi DKI Jakarta yang harus mengangkut sampahnya ke Bantar Gebang, Bekasi di Provinsi Jawa Barat.  Di Jepang, Pemerintah Tokyo harus mereklamasi Teluk Tokyo untuk menambah luas areal TPA-nya.  

Kalaupun suatu kota masih memiliki ketersediaan lahan untuk lokasi TPA baru, tentulah harus membayar dengan harga yang tinggi, belum lagi harus menghadapi masyarakat di sekitar lokasi tersebut yang belum tentu bisa menerima rencana pembangunan TPA.

Jadi dalam hal pengelolaan sampah perkotaan yang berkelanjutan, hal penting yang harus dilakukan bukan saja mengedukasi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, namun juga agar secara aktif melakukan pengurangan sampah dan penanganan sampah.

Dalam melakukan pengelolaan sampah perkotaan, Pemerintah Kabupaten/Kota perlu beranjak dari pendekatan kebersihan dan keindahan kota kepada pengelolaan sampah perkotaan yang terintegrasi mulai dari sumber sampah hingga ke TPA. Sesuai dengan definisi TPS (Tempat Penampungan Sementara) dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 dan peraturan pelaksananya, tidak serta merta semua sampah dari TPS diangkut ke TPA. Sampah yang sudah terpilah di TPS semestinya diangkut lebih dahulu ke tempat pendauran ulang, pengolahan, dan/atau tempat pengolahan sampah terpadu. Persoalannya kebanyakan pemerintah kabupaten/kota tidak memiliki fasilitas pengolahan sampah antara (intermediate waste processing facility).

Melihat kondisi di atas, Bagaimana kita dapat mulai memperbaiki kondisi yang ada ?

Kita dapat memulai dengan mengoreksi persepsi kita bahwa TPS bukanlah Tempat Pembuangan Sampah melainkan Tempat Penampungan Sementara, dan TPA bukanlah Tempat Pembuangan Akhir melainkan Tempat Pemrosesan Akhir. Karena itu semestinyalah dibangun fasilitas pengolahan sampah antara TPS dan TPA. Tidak harus membangun yang baru, Pemerintah Kabupaten/kota dapat memberdayakan Bank Sampah yang telah ada sebagai pusat daur ulang dan pembuatan kompos. Residu yang tidak bisa diolah di Bank Sampah barulah kemudian diangkut ke TPA.

Di TPA pun dilakukan pemrosesan antara lain menutup sampah dengan tanah secara berlapis, serta mengelola air lindi dan gas metana yang dihasilkan dari sampah tersebut. Konsep 3R (Reduce, Reuse & Recycle) harus dipopulerkan hingga tertanam di kesadaran pribadi warga kota. Setidaknya warga kota sadar untuk melakukan pemilahan sampah. Untuk menjamin sampah tetap terpilah dapat ditentukan jadwal pengumpulan sampah yang berbeda sesuai jenisnya.

Memilih untuk menggunakan tas belanja daripada kantong kresek dan menggunakan saputangan daripada tissue adalah contoh sederhana dari upaya pengurangan sampah. Sementara penanganan sampah yang dapat dilakukan oleh individu dan masyarakat adalah dengan pemilahan sampah, membuat kompos dan mendaur ulang sampah. 

Terkait pemilahan sampah, sesuai dengan namanya, Solusi Kebersihan menawarkan produk-produk menarik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan anda para konsumen tercinta. Berikut adalah produk-produknya

9 JURUS CERDAS DAN MUDAH MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN RUMAH

Siapa yang tidak ingin Memiliki rumah yang bersih dan sehat ? Pasti hal ini adalah harapan setiap keluarga, tetapi sebaliknya banyak sekali orang yang mengabaikan hal ini. Faktor penyebabnya bisa beraneka ragam, belum tahu beberapa manfaat yang akan didapat dari rumah yang bersih dan sehat, tidak ada waktu luang untuk membereskan rumah, tidak ada pembagian tugas untuk membersihkan rumah bahkan bisa saja alasannya sederhana, malas.

Yang pasti satu hal, memiliki lingkungan rumah yang bersih juga akan membuat nyaman seluruh penghuni rumah.

Untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah, sebenarnya Anda tidak perlu hal besar untuk dilakukan, cukup lakukan hal-hal sederhana tetapi rutin dalam melaksanakannya, dan pastinya harus dijalankan oleh setiap anggota keluarga, sekali lagi, libatkan semua anggota keluarga. Tentunya pembagian tugasnya harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Nah, Anda ingin punya rumah yang bersih dan sehat ?  

Berikut ini beberapa cara menjaga kebersihan rumah yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari :

  1. Biasakan Habis Makan Selalu Cuci Piring

Piring kotor yang menumpuk bisa menimbulkan bau yang tak sedap, serta menganggu pemandangan, Apalagi kalau piring-piring atau gelas yang kotor berserakan dimana-mana, pastinya bisa mengundang lalat dan semut. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri dan seluruh anggota keluarga untuk meletakkan piring di tempat cuci piring sehabis makan, dan segera cuci piring kotor tersebut, agar tak tambah menumpuk.

  • Jangan Banyak Menggantung Pakaian

Pakaian yang menggantung bisa mengundang nyamuk, Anda pasti tahu bahaya nyamuk bagi kesehatan. Selain bisa mengundang nyamuk, pakaian yang menggantung juga membuat rumah terkesan berantakan. Solusinya, Anda bisa membeli keranjang khusus untuk menaruh pakaian kotor, sehingga tak berceceran dimana-mana.

  • Jaga Kebersihan Saluran Pembuangan

Saluran pembuangan seperti selokan dan septictank juga jangan Anda kesampingkan kalau ingin punya rumah yang bersih dan sehat. Jangan hanya mengandalkan waktu kerja bakti kebersihan lingkungan saja untuk membersihkan selokan atau got di depan rumah, jika ada waktu luang, sempatkan untuk membersihkan selokan.

Selain selokan, penting juga untuk menyedot septic tank secara berkala. Hal ini bertujuan agar septic tank tidak terlalu penuh yang pada akhirnya akan menyebabkan WC Anda mampet.

  • Bersihkan Debu yang Menumpuk

Ada beberapa tempat yang biasanya jadi favorit laba-laba dan debu bersarang, seperti di atas lemari, kolong-kolong tempat tidur, gudang dan tempat lainnya.

Hal tersebut kalau dibiarkan bisa menimbulkan gangguan kesehatan bagi anggota keluarga, seperti bersin-bersin atau alergi. Sebaiknya, selalu bersihkan bagian-bagian tersebut secara rutin, termasuk gudang juga sebaiknya Anda bersihkan, agar tidak menjadi sarang debu.

  • Hindari Genangan-genangan Air

Salah satu cara menjaga kebersihan rumah adalah dengan membuang genangan-genangan air atau menutupnya. Seperti kita tahu, genangan air bisa jadi salah satu penyebab timbulnya jentik-jentik nyamuk demam berdarah di rumah.

  • Letakan Keset di depan Kamar Mandi dan Pintu Masuk Rumah

Melektakkan keset di depan pintu masuk sangat penting sekali untuk menjaga kebersihan rumah Anda, terlebih kalau ada anggota keluarga Anda yang masih anak-anak, terkadang mereka habis kotor-kotaran di luar main masuk rumah saja. Untuk itu, dengan menyediakan keset di depan pintu rumah bisa mencegah hal itu terjadi. Tetapi yang pasti awalnya Anda edukasi dahulu anak agar selalu menggunakan keset sehabis main dari luar.

Selain di depan pintu, penting juga untuk menaruh keset di depan kamar mandi. Kamar mandi adalah tempat yang basah, tentu Anda perlu mengeringkan kaki terlebih dahulu sebelum kemana-mana.

  • Bersihkan Pekarangan Secara Teratur

Kalau di pekarangan Anda ada pohon besar, biasanya yang bikin kotor adalah daun kering yang berguguran. Untuk menjaga kebersihan pekarangan rumah, mau tidak mau Anda harus menyapu daun-daun kering tersebut setiap hari, daripada ditumpuk-tumpuk. Jika pekarangan Anda bersih, tentu akan indah dipandang dan Anda makin betah di rumah.

  • Tetapkan Jadwal Bersih-bersih Rumah

Menyapu dan mengepel adalah cara wajib yang setiap hari Anda lakukan untuk menjaga kebersihan rumah. Selain itu, Anda juga perlu menetapkan jadwal bersih-bersih lingkungan rumah secara besar-besaran. Misalnya, membersihkan gudang, langit-langit rumah, pajangan, atas lemari, kolong tempat tidur, dan tempat-tempat sarang kotoran lainnya.

Kegiatan kebersihan lingkungan rumah ini bisa Anda lakukan setidaknya sebulan sekali dan melibatkan seluruh anggota keluarga. Hal ini juga sekaligus akan menanamkan sifat gotong royong pada anak.

Jadi kan ini sebagai kesempatan

  • Sediakan Tempat Sampah di Setiap Ruangan

Kalau anggota keluarga Anda banyak, tak ada salahnya untuk menyediakan tempat sampah di setiap ruangan, atau di beberapa ruangan tempat keluarga berkumpul. Karena biasanya saat berkumpul, mereka akan makan dan malas untuk membuang sampah, karena tempat sampahnya jauh dari jangkauan.

Apa jadinya kalau sampah berserakan dimana-mana? Ujung-ujungnya Anda sendiri yang capek membersihkannya. Oleh karena itu, sebaiknya kurangi kerjaan yang sebenarnya bisa di cegah.

Khusus untuk jurus ke sembilan, kami pastikan bahwa kami adalah mitra setia anda. Kami menyediakan tempat sampah berbagia ukuran dan bentuk, berbahan fiberglass yang berkualitas. Yuk lihat produk kami disini

TIPS BERSIHKAN RUMAH SAAT TAK PUNYA WAKTU

Apakah Akhir-akhir ini pekerjaan Anda menumpuk sehingga kewalahan menangani urusan rumah terutama kebersihannya ? tetaplah Tenang, banyak cara untuk tetap bisa membersihkan rumah meski rasanya Anda tak punya waktu tersisa hanya untuk sekadar menyapu lantai.

Manajemen waktu mutlak diperlukan bagi Anda yang sibuk bekerja, baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Di beberapa kesempatan tertentu, misalnya Lebaran dan Natal, kesibukan di rumah pun semakin meningkat seiring absennya kehadiran asisten rumah tangga. Jika Anda sedang menghadapi masalah tersebut.

Berikut tipsnya untuk Anda  :

  • Buat pengaturan waktu bersih-bersih

Buat timetable / jadual untuk melakukan berbagai kegiatan bersih-bersih. Sepakati jadual bersih-bersih ini dengan semua anggota keluarga / rekan kerja.

Misalnya, menyediakan waktu 15 menit sebelum tidur untuk beres-beres rumah, menyisihkan waktu setiap minggu untuk memvakum lantai, mencuci pakaian sambil mencuci piring, dan sebagainya. Multi tasking sangat diperlukan agar semua pekerjaan beres dalam satu waktu.

  • Bersih-bersih saat ada waktu luang

Saat Anda merasa memiliki sedikit saja waktu luang dari berbagai rutinitas, Anda bisa membersihkan bagian-bagian rumah tertentu, misalnya merapikan majalah dan koran yang berserakan, memvakum karpet, mengelap permukaan furnitur, mencuci pakaian, dan sebagainya.

  • Libatkan anggota keluarga / rekan kerja yang lain

Sebagai bagian dari satu keluarga / organisasi / lembaga, maka tidak ada salahnya kita juga melibatkan anggota keluarga / rekan kerja yang lain. Toch kalau lingkungan rumah, kerja, sekolah, organisasi kita tertata bersih dan asri, mood kita akan positive, begitu juga dengan produktifitas kita dengan sendirinya akan meningkat.

  • Anjurkan angota keluarga, rekan kerja membuang sampah pada tempatnya

Jangan pernah sepelekan tulisan “Terima kasih anda telah membuang sampah pada tempatnya” atau “Buanglah sampah pada tempatnya”. Ini bukan hanya jargon. Kebersihan akan tetap terjaga kalau minimal setiap anggota keluarga atau rekan kerja di kantor, sekolah, organisasi / lembaga lain juga ikut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Tampak remeh bukan ? Tapi membuang sampah pada tempatnya kerapkali sulit dilakukan oleh orang tidak terbiasa melakukan hal tersebut.

Oleh karenanya perlu ada penekanan pada “anjuran” tersebut.

  • Sediakan tempah sampah terpilah

Sediakan tempat sampah dan tempatkan di tempat-tempat yang mudah dijangkau oleh seluruh anggota keluarga, rekan kerja. Hal ini bertujuan agar anggota keluarga atau pun rekan kerja anda tak sembarangan membuang sampah sehingga rumah, kantor, sekolah atau ruang kerja lainnya tetap bersih meski jarang dibersihkan secara menyeluruh.

Pemilihan tempat sampah pun jadi penting, karena tempat sampah yang tepat akan dapat sangat membantu kita dalam hal kebersihan lingkungan rumah, kantor, sekolah ataupun ruang kerja lainnya. Apalagi kalau kita adalah termasuk orang-orang yang hanya memiliki sedikit waktu luang.

Bagaimana tempat sampah terpilah yang tepat dan cocok untuk segala keperluan ?

Jangan khawatir, CV Markom akan selalu menjadi teman setia anda semua dalam menjaga lingkungan agar selalu bersih dan asri. Kami menyediakan tempat sampah terpilah untuk segala keperluan, dengan ukuran dan bentuk yang berbeda. Dapat dilihat disini

BUANG SAMPAH SEMBARANGAN, PENYAKIT INI AKAN DATANG

Buang sampah sembarangan berarti kita membuang limbah dengan segala kotoran dan kuman tidak pada tempatnya.  Misalnya, membuang puntung rokok di selokan, membuang baterai bekas di dekat area tempat tinggal, membuang plastik, botol bekas, kertas bekas bungkus makanan, atau sisa-sisa makanan begitu saja, di lingkungan rumah sekalipun.

Banyak orang tidak terlalu peduli terhadap hal ini. Menganggap hal ini bukan masalah besar bahkan menganggap hal ini adalah hal yang biasa saja.

Padahal hal ini apabila dibiarkan berlarut-larut tidak hanya dapat merusak pemandangan saja, akan tetapi dari segi kesehatan akan dapat menimbulkan penyakit. Jika kebiasaan ini dilakukan dalam jangka panjang, dampak buruknya akan lebih luas lagi, yaitu penurunan kualitas hidup manusia.

CARA PENULARAN PENYAKIT AKIBAT BUANG SAMPAH SEMBARANGAN

Penularan penyakit dari sampah yang dibuang sembarangan dapat dibagi menjadi dua, yakni :

  1. Secara langsung

Penularan terjadi jika seseorang bersentuhan langsung dengan sampah yang mengandung kuman, lalu kuman tersebut masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Contoh lainnya adalah jika seseorang tergores kaleng berkarat dalam tumpukan sampah dan terluka, bakteri tetanus yang ada pada kaleng berkarat tersebut dapat masuk lewat luka dan menginfeksi tubuh.

  • Secara tidak langsung

Tumpukan sampah dapat menjadi tempat berkembangbiaknya hewan penyebar penyakit, seperti nyamuk, kecoak, lalat, dan tikus. Hewan-hewan tersebut dapat menjadi perantara bagi kuman penyakit untuk menyebabkan infeksi pada manusia.

JENIS PENYAKIT YANG MUNCUL AKIBAT BUANG SAMPAH SEMBARANGAN

Sampah yang berserakan memungkinkan kuman penyebab penyakit untuk berkembangbiak, dan dapat menjadi sarang bagi hewan perantara penyakit tersebut.

Berikut adalah berbagai penyakit yang umum terjadi akibat lingkungan yang kotor  :

  1. Penyakit yang disebabkan oleh parasit

Infeksi cacing adalah salah satu permasalahan yang bisa ditimbulkan akibat kebiasaan buruk membuang sampah tidak pada tempatnya. Misalnya infeksi cacing tambang dan cacing gelang. Selain cacing, parasit Toxoplasma gondii juga dapat berkembangbiak dalam tumpukan sampah yang terkontaminasi oleh kotoran hewan, misalnya kucing.

  • Penyakit yang disebabkan oleh bakteri

Akibat kebiasaan buang sampah sembarangan, infeksi bakteri juga bisa mengintai Anda. Penyakit akibat infeksi bakteri yang perlu diwaspadai jika kebersihan lingkungan tidak terjaga yaitu diare, demam tifoid, kolera, tetanus, dan shigellosis.

  • Penyakit yang disebabkan oleh virus

Sama ganasnya dengan infeksi parasit dan bakteri, penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus juga akan menjadi pelengkap derita orang-orang yang tidak memerhatikan kebersihan lingkungan. Contohnya penyakit hepatitis A dan gastroenteritis.

Dari penjelasan di atas, kebiasaan buang sampah sembarangan terbukti dapat merugikan Anda, orang-orang di sekitar, serta lingkungan.

Agar tidak terjangkit penyakit akibat sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk, mulai sekarang biasakanlah membuang buang sampah pada tempatnya, dan jangan lupa cuci tangan setelahnya. Bingung mencari tempat sampah yang terpilah yang cocok untuk rumah, kantor, sekolah, Rumah Sakit, Bandara dan berbagai kebutuhan lainnya ? Perlu referensi mengenai bentuk dan ukurannya ? Yuk temukan jawabannya disini

Sumber : www.alodokter.com

https://www.alodokter.com/hentikan-kebiasaan-buang-sampah-sembarangan-dari-sekarang
https://www.alodokter.com/hentikan-kebiasaan-buang-sampah-sembarangan-dari-sekarang

TIDAK HANYA PELANGI, TEMPAT SAMPAH PUN BISA BERWARNA WARNI

Setiap hari kita pasti menghasilkan sampah. Entah itu sampah organik, anorganik, plastik, kertas atau pun lainnya. Jumlah nya pun beragam, sangat tergantung dengan aktifitas kita hari itu. Kebiasaan kita, sampah-sampah tersebut kita jadikan satu begitu saja ke dalam satu tempat sampah, padahal sebaiknya sampah-sampah tersebut dipisah berdasarkan jenisnya, karena di antara sampah-sampah yang kita hasilkan, ada yang dapat di daur ulang, mudah diurai oleh mikroorganisme akan tetapi ada juga yang tidak.

Kita kenal istilah sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang mudah terurai dan sampah anorganik adalah yang tidak mudah terurai. Sampah yang tidak mudah terurai masih dibagi lagi menjadi sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), sampah daur ulang dan residu sampah.

Pembagian golongan sampah ini dimaksudkan untuk memudahkan pengolahannya. Saat ini disediakan tong sampah berwarna-warni di area perkantoran, lokasi keramaian, swalayan, hutan wisata, atau di lokasi rumah sakit. Masing-masing warna tempat sampah menandakan golongan sampah apa yang harus dibuang di tempat sampah tersebut.

Karenanya apa jadinya jika jenis sampah yang dibuang di tempat sampah tersebut tidak sesuai dengan penggolongannya ? Tentunya ini dapat lebih merepotkan petugas pengangkut dan pengelola sampahnya.

Mengapa hal ini dapat terjadi ?

Salah satu hal yang menyebabkan masih banyaknya warga masyarakat yang membuang sampah tidak di tempat sampah dengan warna yang tepat adalah karena masyarakat masih banyak yang belum tahu dan perlu pembinaan lebih lanjut.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah kita mensosialisasikan cara penggunaannya kepada masyarakat melalui / dalam kegiatan rapat-rapat kerja di kantor, sekolah, Pertemuan PKK, RT/RW, desa, ataupun dalam kegiatan-kegiatan tertentu seperti bazar dan special event lain.

Kegiatan sosialisasi tersebut sudah dilakukan di beberapa lembaga pemerintah dan non pemerintah, namun kenyataannya masih banyak yang belum paham. Masyarakat masih saja salah tempat saat membuang sampahnya. Tidak hanya salah tempat bahkan masih saja ada masyarakat yang tidak membuang sampah pada tempatnya.

Sangat memprihatinkan bukan ?

Ini haruslah menjadi “Pekerjaan Rumah” kita bersama, tidak hanya petugas yang bersangkutan baik pada dinas kebersihan, maupun ibu-ibu PKK dan pertemuan rutin warga. Karena lingkungan milik kita bersama. Dan kita semua dapat merasakan manfaatnya apabila lingkungan kita bersih dan asri.

Oleh karenanya Warga masyarakat harus pro aktif mengedukasi warga lainnya. Sehingga beberapa tahun ke depan sudah dapat tercipta lingkungan yang bersih dan teratur. Pembuangan sampah sudah berjalan sebagaimana prosedurnya.

Bagi masyarakat yang belum tahu arti warna-warna tong sampah, berikut keterangan warna pada dijelaskan sebagai berikut :

  • Hijau

Adalah tempat untuk sampah organik.

Contoh  : sisa hasil kegiatan memasak di dapur, bungkus jajanan dari daun pisang.

  • Merah

Adalah tempat sampah B3, Bahan Berbahaya dan Beracun.

Contoh : botol obat serangga, bekas pestisida, sisa obat yang tidak dimakan, botol cairan pembersih lantai.

  • Biru

Adalah tempat sampah yang bisa didaur ulang.

Contoh : kertas koran, kardus makanan, karton, stik es krim

  • Kuning

Adalah tempat sampah yang bisa guna ulang.

Contoh : botol air mineral, botol kaca, dan lainnya

  • Abu-abu

Adalah tempat residu sampah yang tidak bisa didaur ulang, tidak berbahaya.

Contoh : popok bayi, pembalut wanita, pampers, puntung rokok, permen karet.

Marilah menjadi masyarakat yang cerdas dalam mengelola sampah. Kita buang sampah sesuai penggolongannya agar memudahkan, meringankan petugas sampah dan pastinya ikut ambil bagian dalam menjaga lingkungan kita agar bersih dan sehat. Solusi Kebersihan selalu siap menjadi mitra anda dalam penyediaan tempat sampah terpilah dengan bahan fiberglass yang berkualitas. Produk-produknya dapat dilihat disini  

KEBERSIHAN DI LINGKUNGAN KERJA : Salah Satu Cara Meningkatkan Produktifitas Kerja

Sebagian dari kita banyak yang tidak mempedulikan ini, himbauan agar membuang sampah pada tempatnya, adanya tempat sampah di beberapa titik di lingkungan kerja adalah hal yang biasanya ada. Bahkan sebagian dari kita menganggap remeh dan menganggap tidak ada hubungan antara lingkungan kerja yang bersih dengan peningkatan produktifitas kerja.

Bicara tentang kebersihan, kita sebagai manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan di lingkungan sekitar, termasuk lingkungan tempat kerja. Pernahkah terbayang, bagaimana rasanya kalau lingkungan tempat kita bekerja tidak bersih? Pastinya akan tumbuh rasa ketidaknyamanan dalam bekerja dan beraktivitas.

Berikut beberapa akibat dari pengaturan tempat kerja yang tidak rapi dan bersih :

  • Tempat kerja yang padat
  • Kesulitan mencari alat kerja, perkakas, material yang kita butuhkan
  • Dapat menimbulkan stress

Dapat dibayangkan kan, saat beban kerja kita sedang berat / banyak, ruangan yang berantakan akan menambah buruk mood kita. Akan tetapi sebaliknya, apabila kita sudah terbiasa dengan kesadaran sendiri bergerak untuk membuat ruang kerja kita lebih rapi dan bersih, maka itu semua sangat dapat menjadi mood booster bagi kita.

Selain itu keuntungan dari menjaga kebersihan di lingkungan tempat kerja adalah sebagai berikut :

  • Berkurangnya resiko kecelakaan dan cidera
  • Mewujudkan tenaga kerja yang sehat dan produktif
  • Suasana kerja menjadi nyaman

Bagaimana cara menjaga liingkungan kerja kita agar dapat lebih bersih dan asri ?

Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan menyediakan tempat sampah terpilah dengan ukuran dan bentuk yang dapat menambah keindahan lingkungan kerja. Tidak hanya untuk buang sampah saja, akan tetapi lingkungan kerja kita dapat lebih Indah bukan ?

Mau tahu bentuk-bentuk tempat sampah yang dapat menambah keasrian lingkungan kerja anda ? Yuk lihat semuanya disini