ARTI TPS DAN TPA : AGAR TIDAK SALAH KAPRAH

Siapa yang tidak tahu atau tidak pernah mendengar jargon “Buanglah Sampah pada Tempatnya”? Semua orang pasti pernah mendengarnya. Mulai dari Anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua semua pernah mendengarnya. Jargon kebersihan ini begitu populer bertahun-tahun melintasi beberapa generasi. Tidaklah mengherankan bila kebanyakan masyarakat memiliki persepsi bahwa sampah adalah sesuatu yang memang sudah seharusnya dibuang.  

Dimanakah tempat pembuangannya? Bila dibuat survei, hampir dapat dipastikan jawaban teratas adalah keranjang / tempat sampah.  Bila surveinya diadakan di masyarakat perkotaan, maka tentu akan banyak juga yang menjawab TPS dan TPA.  

Dari sisi pengelolaan sampah perkotaan (urban waste management) tentu ini hal yang menggembirakan bahwa masyarakat mengetahui alur pengolahan sampah adalah dari sumbernya (rumah tangga, kantor, tempat publik, dsb) ke TPS dan berakhir di TPA.  

Namun berapa banyak masyarakat yang tahu bahwa kepanjangan dari TPS adalah bukan Tempat Pembuangan Sampah dan kepanjangan dari TPA bukanlah Tempat Pembuangan Akhir ? 

Singkatan TPS dan TPA muncul dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah dan beberapa peraturan menteri lingkungan hidup dan menteri pekerjaan umum yang merupakan peraturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.  

TPS adalah singkatan dari Tempat Penampungan Sementara yaitu tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang, pengolahan, dan/atau tempat pengolahan sampah terpadu.  

Sedangkan TPA adalah singkatan dari Tempat Pemrosesan Akhir yaitu tempat untuk memroses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan secara aman bagi manusia dan lingkungan.  

Mempersepsikan TPS dan TPA sebagai Tempat Pembuangan Sampah mengandung bahaya dalam hal pengelolaan sampah kota yang berkelanjutan: Apabila persepsi ini terus berlanjut, maka hampir bisa dipastikan warga kota akan menaruh semua jenis sampah yang dihasilkannya ke TPS.  

Hal ini akan berakibat pada tingginya volume sampah dan meningkatnya beban kerja petugas pengangkut sampah, apalagi pada kota yang memiliki personil, alat angkut dan biaya operasional sampah yang terbatas.  

Dalam kondisi demikian, bila semua sampah dari semua TPS diangkut dan ditimbun di TPA maka akan memperpendek umur pakai TPA tersebut karena dapat diprediksikan bahwa TPA akan cepat menjadi penuh.  

Bila TPA sudah menjadi penuh mau kemana lagi sampah kota dibawa ? 

Mencari lokasi baru untuk membuat TPA baru ?

Jangan lupa bahwa  pertambahan jumlah penduduk dan pembangunan yang meningkat seiring berjalannya waktu akan berakibat pada berkurangnya ketersediaan lahan.  

Sudah terjadi seperti di Provinsi DKI Jakarta yang harus mengangkut sampahnya ke Bantar Gebang, Bekasi di Provinsi Jawa Barat.  Di Jepang, Pemerintah Tokyo harus mereklamasi Teluk Tokyo untuk menambah luas areal TPA-nya.  

Kalaupun suatu kota masih memiliki ketersediaan lahan untuk lokasi TPA baru, tentulah harus membayar dengan harga yang tinggi, belum lagi harus menghadapi masyarakat di sekitar lokasi tersebut yang belum tentu bisa menerima rencana pembangunan TPA.

Jadi dalam hal pengelolaan sampah perkotaan yang berkelanjutan, hal penting yang harus dilakukan bukan saja mengedukasi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, namun juga agar secara aktif melakukan pengurangan sampah dan penanganan sampah.

Dalam melakukan pengelolaan sampah perkotaan, Pemerintah Kabupaten/Kota perlu beranjak dari pendekatan kebersihan dan keindahan kota kepada pengelolaan sampah perkotaan yang terintegrasi mulai dari sumber sampah hingga ke TPA. Sesuai dengan definisi TPS (Tempat Penampungan Sementara) dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 dan peraturan pelaksananya, tidak serta merta semua sampah dari TPS diangkut ke TPA. Sampah yang sudah terpilah di TPS semestinya diangkut lebih dahulu ke tempat pendauran ulang, pengolahan, dan/atau tempat pengolahan sampah terpadu. Persoalannya kebanyakan pemerintah kabupaten/kota tidak memiliki fasilitas pengolahan sampah antara (intermediate waste processing facility).

Melihat kondisi di atas, Bagaimana kita dapat mulai memperbaiki kondisi yang ada ?

Kita dapat memulai dengan mengoreksi persepsi kita bahwa TPS bukanlah Tempat Pembuangan Sampah melainkan Tempat Penampungan Sementara, dan TPA bukanlah Tempat Pembuangan Akhir melainkan Tempat Pemrosesan Akhir. Karena itu semestinyalah dibangun fasilitas pengolahan sampah antara TPS dan TPA. Tidak harus membangun yang baru, Pemerintah Kabupaten/kota dapat memberdayakan Bank Sampah yang telah ada sebagai pusat daur ulang dan pembuatan kompos. Residu yang tidak bisa diolah di Bank Sampah barulah kemudian diangkut ke TPA.

Di TPA pun dilakukan pemrosesan antara lain menutup sampah dengan tanah secara berlapis, serta mengelola air lindi dan gas metana yang dihasilkan dari sampah tersebut. Konsep 3R (Reduce, Reuse & Recycle) harus dipopulerkan hingga tertanam di kesadaran pribadi warga kota. Setidaknya warga kota sadar untuk melakukan pemilahan sampah. Untuk menjamin sampah tetap terpilah dapat ditentukan jadwal pengumpulan sampah yang berbeda sesuai jenisnya.

Memilih untuk menggunakan tas belanja daripada kantong kresek dan menggunakan saputangan daripada tissue adalah contoh sederhana dari upaya pengurangan sampah. Sementara penanganan sampah yang dapat dilakukan oleh individu dan masyarakat adalah dengan pemilahan sampah, membuat kompos dan mendaur ulang sampah. 

Terkait pemilahan sampah, sesuai dengan namanya, Solusi Kebersihan menawarkan produk-produk menarik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan anda para konsumen tercinta. Berikut adalah produk-produknya

9 JURUS CERDAS DAN MUDAH MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN RUMAH

Siapa yang tidak ingin Memiliki rumah yang bersih dan sehat ? Pasti hal ini adalah harapan setiap keluarga, tetapi sebaliknya banyak sekali orang yang mengabaikan hal ini. Faktor penyebabnya bisa beraneka ragam, belum tahu beberapa manfaat yang akan didapat dari rumah yang bersih dan sehat, tidak ada waktu luang untuk membereskan rumah, tidak ada pembagian tugas untuk membersihkan rumah bahkan bisa saja alasannya sederhana, malas.

Yang pasti satu hal, memiliki lingkungan rumah yang bersih juga akan membuat nyaman seluruh penghuni rumah.

Untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah, sebenarnya Anda tidak perlu hal besar untuk dilakukan, cukup lakukan hal-hal sederhana tetapi rutin dalam melaksanakannya, dan pastinya harus dijalankan oleh setiap anggota keluarga, sekali lagi, libatkan semua anggota keluarga. Tentunya pembagian tugasnya harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Nah, Anda ingin punya rumah yang bersih dan sehat ?  

Berikut ini beberapa cara menjaga kebersihan rumah yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari :

  1. Biasakan Habis Makan Selalu Cuci Piring

Piring kotor yang menumpuk bisa menimbulkan bau yang tak sedap, serta menganggu pemandangan, Apalagi kalau piring-piring atau gelas yang kotor berserakan dimana-mana, pastinya bisa mengundang lalat dan semut. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri dan seluruh anggota keluarga untuk meletakkan piring di tempat cuci piring sehabis makan, dan segera cuci piring kotor tersebut, agar tak tambah menumpuk.

  • Jangan Banyak Menggantung Pakaian

Pakaian yang menggantung bisa mengundang nyamuk, Anda pasti tahu bahaya nyamuk bagi kesehatan. Selain bisa mengundang nyamuk, pakaian yang menggantung juga membuat rumah terkesan berantakan. Solusinya, Anda bisa membeli keranjang khusus untuk menaruh pakaian kotor, sehingga tak berceceran dimana-mana.

  • Jaga Kebersihan Saluran Pembuangan

Saluran pembuangan seperti selokan dan septictank juga jangan Anda kesampingkan kalau ingin punya rumah yang bersih dan sehat. Jangan hanya mengandalkan waktu kerja bakti kebersihan lingkungan saja untuk membersihkan selokan atau got di depan rumah, jika ada waktu luang, sempatkan untuk membersihkan selokan.

Selain selokan, penting juga untuk menyedot septic tank secara berkala. Hal ini bertujuan agar septic tank tidak terlalu penuh yang pada akhirnya akan menyebabkan WC Anda mampet.

  • Bersihkan Debu yang Menumpuk

Ada beberapa tempat yang biasanya jadi favorit laba-laba dan debu bersarang, seperti di atas lemari, kolong-kolong tempat tidur, gudang dan tempat lainnya.

Hal tersebut kalau dibiarkan bisa menimbulkan gangguan kesehatan bagi anggota keluarga, seperti bersin-bersin atau alergi. Sebaiknya, selalu bersihkan bagian-bagian tersebut secara rutin, termasuk gudang juga sebaiknya Anda bersihkan, agar tidak menjadi sarang debu.

  • Hindari Genangan-genangan Air

Salah satu cara menjaga kebersihan rumah adalah dengan membuang genangan-genangan air atau menutupnya. Seperti kita tahu, genangan air bisa jadi salah satu penyebab timbulnya jentik-jentik nyamuk demam berdarah di rumah.

  • Letakan Keset di depan Kamar Mandi dan Pintu Masuk Rumah

Melektakkan keset di depan pintu masuk sangat penting sekali untuk menjaga kebersihan rumah Anda, terlebih kalau ada anggota keluarga Anda yang masih anak-anak, terkadang mereka habis kotor-kotaran di luar main masuk rumah saja. Untuk itu, dengan menyediakan keset di depan pintu rumah bisa mencegah hal itu terjadi. Tetapi yang pasti awalnya Anda edukasi dahulu anak agar selalu menggunakan keset sehabis main dari luar.

Selain di depan pintu, penting juga untuk menaruh keset di depan kamar mandi. Kamar mandi adalah tempat yang basah, tentu Anda perlu mengeringkan kaki terlebih dahulu sebelum kemana-mana.

  • Bersihkan Pekarangan Secara Teratur

Kalau di pekarangan Anda ada pohon besar, biasanya yang bikin kotor adalah daun kering yang berguguran. Untuk menjaga kebersihan pekarangan rumah, mau tidak mau Anda harus menyapu daun-daun kering tersebut setiap hari, daripada ditumpuk-tumpuk. Jika pekarangan Anda bersih, tentu akan indah dipandang dan Anda makin betah di rumah.

  • Tetapkan Jadwal Bersih-bersih Rumah

Menyapu dan mengepel adalah cara wajib yang setiap hari Anda lakukan untuk menjaga kebersihan rumah. Selain itu, Anda juga perlu menetapkan jadwal bersih-bersih lingkungan rumah secara besar-besaran. Misalnya, membersihkan gudang, langit-langit rumah, pajangan, atas lemari, kolong tempat tidur, dan tempat-tempat sarang kotoran lainnya.

Kegiatan kebersihan lingkungan rumah ini bisa Anda lakukan setidaknya sebulan sekali dan melibatkan seluruh anggota keluarga. Hal ini juga sekaligus akan menanamkan sifat gotong royong pada anak.

Jadi kan ini sebagai kesempatan

  • Sediakan Tempat Sampah di Setiap Ruangan

Kalau anggota keluarga Anda banyak, tak ada salahnya untuk menyediakan tempat sampah di setiap ruangan, atau di beberapa ruangan tempat keluarga berkumpul. Karena biasanya saat berkumpul, mereka akan makan dan malas untuk membuang sampah, karena tempat sampahnya jauh dari jangkauan.

Apa jadinya kalau sampah berserakan dimana-mana? Ujung-ujungnya Anda sendiri yang capek membersihkannya. Oleh karena itu, sebaiknya kurangi kerjaan yang sebenarnya bisa di cegah.

Khusus untuk jurus ke sembilan, kami pastikan bahwa kami adalah mitra setia anda. Kami menyediakan tempat sampah berbagia ukuran dan bentuk, berbahan fiberglass yang berkualitas. Yuk lihat produk kami disini

TIPS BERSIHKAN RUMAH SAAT TAK PUNYA WAKTU

Apakah Akhir-akhir ini pekerjaan Anda menumpuk sehingga kewalahan menangani urusan rumah terutama kebersihannya ? tetaplah Tenang, banyak cara untuk tetap bisa membersihkan rumah meski rasanya Anda tak punya waktu tersisa hanya untuk sekadar menyapu lantai.

Manajemen waktu mutlak diperlukan bagi Anda yang sibuk bekerja, baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Di beberapa kesempatan tertentu, misalnya Lebaran dan Natal, kesibukan di rumah pun semakin meningkat seiring absennya kehadiran asisten rumah tangga. Jika Anda sedang menghadapi masalah tersebut.

Berikut tipsnya untuk Anda  :

  • Buat pengaturan waktu bersih-bersih

Buat timetable / jadual untuk melakukan berbagai kegiatan bersih-bersih. Sepakati jadual bersih-bersih ini dengan semua anggota keluarga / rekan kerja.

Misalnya, menyediakan waktu 15 menit sebelum tidur untuk beres-beres rumah, menyisihkan waktu setiap minggu untuk memvakum lantai, mencuci pakaian sambil mencuci piring, dan sebagainya. Multi tasking sangat diperlukan agar semua pekerjaan beres dalam satu waktu.

  • Bersih-bersih saat ada waktu luang

Saat Anda merasa memiliki sedikit saja waktu luang dari berbagai rutinitas, Anda bisa membersihkan bagian-bagian rumah tertentu, misalnya merapikan majalah dan koran yang berserakan, memvakum karpet, mengelap permukaan furnitur, mencuci pakaian, dan sebagainya.

  • Libatkan anggota keluarga / rekan kerja yang lain

Sebagai bagian dari satu keluarga / organisasi / lembaga, maka tidak ada salahnya kita juga melibatkan anggota keluarga / rekan kerja yang lain. Toch kalau lingkungan rumah, kerja, sekolah, organisasi kita tertata bersih dan asri, mood kita akan positive, begitu juga dengan produktifitas kita dengan sendirinya akan meningkat.

  • Anjurkan angota keluarga, rekan kerja membuang sampah pada tempatnya

Jangan pernah sepelekan tulisan “Terima kasih anda telah membuang sampah pada tempatnya” atau “Buanglah sampah pada tempatnya”. Ini bukan hanya jargon. Kebersihan akan tetap terjaga kalau minimal setiap anggota keluarga atau rekan kerja di kantor, sekolah, organisasi / lembaga lain juga ikut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Tampak remeh bukan ? Tapi membuang sampah pada tempatnya kerapkali sulit dilakukan oleh orang tidak terbiasa melakukan hal tersebut.

Oleh karenanya perlu ada penekanan pada “anjuran” tersebut.

  • Sediakan tempah sampah terpilah

Sediakan tempat sampah dan tempatkan di tempat-tempat yang mudah dijangkau oleh seluruh anggota keluarga, rekan kerja. Hal ini bertujuan agar anggota keluarga atau pun rekan kerja anda tak sembarangan membuang sampah sehingga rumah, kantor, sekolah atau ruang kerja lainnya tetap bersih meski jarang dibersihkan secara menyeluruh.

Pemilihan tempat sampah pun jadi penting, karena tempat sampah yang tepat akan dapat sangat membantu kita dalam hal kebersihan lingkungan rumah, kantor, sekolah ataupun ruang kerja lainnya. Apalagi kalau kita adalah termasuk orang-orang yang hanya memiliki sedikit waktu luang.

Bagaimana tempat sampah terpilah yang tepat dan cocok untuk segala keperluan ?

Jangan khawatir, CV Markom akan selalu menjadi teman setia anda semua dalam menjaga lingkungan agar selalu bersih dan asri. Kami menyediakan tempat sampah terpilah untuk segala keperluan, dengan ukuran dan bentuk yang berbeda. Dapat dilihat disini

BUANG SAMPAH SEMBARANGAN, PENYAKIT INI AKAN DATANG

Buang sampah sembarangan berarti kita membuang limbah dengan segala kotoran dan kuman tidak pada tempatnya.  Misalnya, membuang puntung rokok di selokan, membuang baterai bekas di dekat area tempat tinggal, membuang plastik, botol bekas, kertas bekas bungkus makanan, atau sisa-sisa makanan begitu saja, di lingkungan rumah sekalipun.

Banyak orang tidak terlalu peduli terhadap hal ini. Menganggap hal ini bukan masalah besar bahkan menganggap hal ini adalah hal yang biasa saja.

Padahal hal ini apabila dibiarkan berlarut-larut tidak hanya dapat merusak pemandangan saja, akan tetapi dari segi kesehatan akan dapat menimbulkan penyakit. Jika kebiasaan ini dilakukan dalam jangka panjang, dampak buruknya akan lebih luas lagi, yaitu penurunan kualitas hidup manusia.

CARA PENULARAN PENYAKIT AKIBAT BUANG SAMPAH SEMBARANGAN

Penularan penyakit dari sampah yang dibuang sembarangan dapat dibagi menjadi dua, yakni :

  1. Secara langsung

Penularan terjadi jika seseorang bersentuhan langsung dengan sampah yang mengandung kuman, lalu kuman tersebut masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Contoh lainnya adalah jika seseorang tergores kaleng berkarat dalam tumpukan sampah dan terluka, bakteri tetanus yang ada pada kaleng berkarat tersebut dapat masuk lewat luka dan menginfeksi tubuh.

  • Secara tidak langsung

Tumpukan sampah dapat menjadi tempat berkembangbiaknya hewan penyebar penyakit, seperti nyamuk, kecoak, lalat, dan tikus. Hewan-hewan tersebut dapat menjadi perantara bagi kuman penyakit untuk menyebabkan infeksi pada manusia.

JENIS PENYAKIT YANG MUNCUL AKIBAT BUANG SAMPAH SEMBARANGAN

Sampah yang berserakan memungkinkan kuman penyebab penyakit untuk berkembangbiak, dan dapat menjadi sarang bagi hewan perantara penyakit tersebut.

Berikut adalah berbagai penyakit yang umum terjadi akibat lingkungan yang kotor  :

  1. Penyakit yang disebabkan oleh parasit

Infeksi cacing adalah salah satu permasalahan yang bisa ditimbulkan akibat kebiasaan buruk membuang sampah tidak pada tempatnya. Misalnya infeksi cacing tambang dan cacing gelang. Selain cacing, parasit Toxoplasma gondii juga dapat berkembangbiak dalam tumpukan sampah yang terkontaminasi oleh kotoran hewan, misalnya kucing.

  • Penyakit yang disebabkan oleh bakteri

Akibat kebiasaan buang sampah sembarangan, infeksi bakteri juga bisa mengintai Anda. Penyakit akibat infeksi bakteri yang perlu diwaspadai jika kebersihan lingkungan tidak terjaga yaitu diare, demam tifoid, kolera, tetanus, dan shigellosis.

  • Penyakit yang disebabkan oleh virus

Sama ganasnya dengan infeksi parasit dan bakteri, penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus juga akan menjadi pelengkap derita orang-orang yang tidak memerhatikan kebersihan lingkungan. Contohnya penyakit hepatitis A dan gastroenteritis.

Dari penjelasan di atas, kebiasaan buang sampah sembarangan terbukti dapat merugikan Anda, orang-orang di sekitar, serta lingkungan.

Agar tidak terjangkit penyakit akibat sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk, mulai sekarang biasakanlah membuang buang sampah pada tempatnya, dan jangan lupa cuci tangan setelahnya. Bingung mencari tempat sampah yang terpilah yang cocok untuk rumah, kantor, sekolah, Rumah Sakit, Bandara dan berbagai kebutuhan lainnya ? Perlu referensi mengenai bentuk dan ukurannya ? Yuk temukan jawabannya disini

Sumber : www.alodokter.com

https://www.alodokter.com/hentikan-kebiasaan-buang-sampah-sembarangan-dari-sekarang
https://www.alodokter.com/hentikan-kebiasaan-buang-sampah-sembarangan-dari-sekarang

TIDAK HANYA PELANGI, TEMPAT SAMPAH PUN BISA BERWARNA WARNI

Setiap hari kita pasti menghasilkan sampah. Entah itu sampah organik, anorganik, plastik, kertas atau pun lainnya. Jumlah nya pun beragam, sangat tergantung dengan aktifitas kita hari itu. Kebiasaan kita, sampah-sampah tersebut kita jadikan satu begitu saja ke dalam satu tempat sampah, padahal sebaiknya sampah-sampah tersebut dipisah berdasarkan jenisnya, karena di antara sampah-sampah yang kita hasilkan, ada yang dapat di daur ulang, mudah diurai oleh mikroorganisme akan tetapi ada juga yang tidak.

Kita kenal istilah sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang mudah terurai dan sampah anorganik adalah yang tidak mudah terurai. Sampah yang tidak mudah terurai masih dibagi lagi menjadi sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), sampah daur ulang dan residu sampah.

Pembagian golongan sampah ini dimaksudkan untuk memudahkan pengolahannya. Saat ini disediakan tong sampah berwarna-warni di area perkantoran, lokasi keramaian, swalayan, hutan wisata, atau di lokasi rumah sakit. Masing-masing warna tempat sampah menandakan golongan sampah apa yang harus dibuang di tempat sampah tersebut.

Karenanya apa jadinya jika jenis sampah yang dibuang di tempat sampah tersebut tidak sesuai dengan penggolongannya ? Tentunya ini dapat lebih merepotkan petugas pengangkut dan pengelola sampahnya.

Mengapa hal ini dapat terjadi ?

Salah satu hal yang menyebabkan masih banyaknya warga masyarakat yang membuang sampah tidak di tempat sampah dengan warna yang tepat adalah karena masyarakat masih banyak yang belum tahu dan perlu pembinaan lebih lanjut.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah kita mensosialisasikan cara penggunaannya kepada masyarakat melalui / dalam kegiatan rapat-rapat kerja di kantor, sekolah, Pertemuan PKK, RT/RW, desa, ataupun dalam kegiatan-kegiatan tertentu seperti bazar dan special event lain.

Kegiatan sosialisasi tersebut sudah dilakukan di beberapa lembaga pemerintah dan non pemerintah, namun kenyataannya masih banyak yang belum paham. Masyarakat masih saja salah tempat saat membuang sampahnya. Tidak hanya salah tempat bahkan masih saja ada masyarakat yang tidak membuang sampah pada tempatnya.

Sangat memprihatinkan bukan ?

Ini haruslah menjadi “Pekerjaan Rumah” kita bersama, tidak hanya petugas yang bersangkutan baik pada dinas kebersihan, maupun ibu-ibu PKK dan pertemuan rutin warga. Karena lingkungan milik kita bersama. Dan kita semua dapat merasakan manfaatnya apabila lingkungan kita bersih dan asri.

Oleh karenanya Warga masyarakat harus pro aktif mengedukasi warga lainnya. Sehingga beberapa tahun ke depan sudah dapat tercipta lingkungan yang bersih dan teratur. Pembuangan sampah sudah berjalan sebagaimana prosedurnya.

Bagi masyarakat yang belum tahu arti warna-warna tong sampah, berikut keterangan warna pada dijelaskan sebagai berikut :

  • Hijau

Adalah tempat untuk sampah organik.

Contoh  : sisa hasil kegiatan memasak di dapur, bungkus jajanan dari daun pisang.

  • Merah

Adalah tempat sampah B3, Bahan Berbahaya dan Beracun.

Contoh : botol obat serangga, bekas pestisida, sisa obat yang tidak dimakan, botol cairan pembersih lantai.

  • Biru

Adalah tempat sampah yang bisa didaur ulang.

Contoh : kertas koran, kardus makanan, karton, stik es krim

  • Kuning

Adalah tempat sampah yang bisa guna ulang.

Contoh : botol air mineral, botol kaca, dan lainnya

  • Abu-abu

Adalah tempat residu sampah yang tidak bisa didaur ulang, tidak berbahaya.

Contoh : popok bayi, pembalut wanita, pampers, puntung rokok, permen karet.

Marilah menjadi masyarakat yang cerdas dalam mengelola sampah. Kita buang sampah sesuai penggolongannya agar memudahkan, meringankan petugas sampah dan pastinya ikut ambil bagian dalam menjaga lingkungan kita agar bersih dan sehat. Solusi Kebersihan selalu siap menjadi mitra anda dalam penyediaan tempat sampah terpilah dengan bahan fiberglass yang berkualitas. Produk-produknya dapat dilihat disini  

KEBERSIHAN DI LINGKUNGAN KERJA : Salah Satu Cara Meningkatkan Produktifitas Kerja

Sebagian dari kita banyak yang tidak mempedulikan ini, himbauan agar membuang sampah pada tempatnya, adanya tempat sampah di beberapa titik di lingkungan kerja adalah hal yang biasanya ada. Bahkan sebagian dari kita menganggap remeh dan menganggap tidak ada hubungan antara lingkungan kerja yang bersih dengan peningkatan produktifitas kerja.

Bicara tentang kebersihan, kita sebagai manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan di lingkungan sekitar, termasuk lingkungan tempat kerja. Pernahkah terbayang, bagaimana rasanya kalau lingkungan tempat kita bekerja tidak bersih? Pastinya akan tumbuh rasa ketidaknyamanan dalam bekerja dan beraktivitas.

Berikut beberapa akibat dari pengaturan tempat kerja yang tidak rapi dan bersih :

  • Tempat kerja yang padat
  • Kesulitan mencari alat kerja, perkakas, material yang kita butuhkan
  • Dapat menimbulkan stress

Dapat dibayangkan kan, saat beban kerja kita sedang berat / banyak, ruangan yang berantakan akan menambah buruk mood kita. Akan tetapi sebaliknya, apabila kita sudah terbiasa dengan kesadaran sendiri bergerak untuk membuat ruang kerja kita lebih rapi dan bersih, maka itu semua sangat dapat menjadi mood booster bagi kita.

Selain itu keuntungan dari menjaga kebersihan di lingkungan tempat kerja adalah sebagai berikut :

  • Berkurangnya resiko kecelakaan dan cidera
  • Mewujudkan tenaga kerja yang sehat dan produktif
  • Suasana kerja menjadi nyaman

Bagaimana cara menjaga liingkungan kerja kita agar dapat lebih bersih dan asri ?

Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan menyediakan tempat sampah terpilah dengan ukuran dan bentuk yang dapat menambah keindahan lingkungan kerja. Tidak hanya untuk buang sampah saja, akan tetapi lingkungan kerja kita dapat lebih Indah bukan ?

Mau tahu bentuk-bentuk tempat sampah yang dapat menambah keasrian lingkungan kerja anda ? Yuk lihat semuanya disini

INI TEMPAT SAMPAHKU, MANA TEMPAT SAMPAHMU ?

Banyak orang yang tidak terlalu memperhatikannya. Toh kegunaannya hanyalah untuk tempat sampah saja. Tempat membuang barang-barang yang tidak kita butuhkan lagi. Bahkan, dewasa ini kita kerap menjumpai gentong maupun kardus besar yang berfungsi sebagai tempat sampah. Di sini jelas, apa pun wujudnya–tempat sampah sebetulnya dapat berupa apa saja. Toh, fungsinya memang hanya menampung “sampah”–sesuatu yang kotor, tidak lagi dipakai, dan telah dibuang. Sehingga tidak terlalu mengherankan kalau sebagian besar orang tidak terlalu memusingkan ukuran apalagi bentuknya, sisi estetika dari sebuah tempat sampah.

Akan tetapi di disisi lain, keberadaan tempat sampah lengkap dengan pertimbangan estetikanya mulai banyak merebak di berbagai instansi pemerintah, perusahaan, sekolah (TK hingga perguruan tinggi) atau pun lembaga lainnya. Banyak pihak saat ini mulai memandang bahwa memberi sentuhan estetika pada sebuah tempat sampah akan justru dapat mempercantik lingkungan alih-alih hanya menjadi tempat barang yang sudah tidak digunakan lagi.

TIPS MEMILIH TEMPAT SAMPAH

Bentuk tempat sampah bermacam-macam, ada yang tempat sampah injak, tempat sampah mobil, sekadar tong tanpa penutup atau pun yang lainnya. Yang terpenting dari semua itu adalah Kunci utamanya ditentukan dulu, yakni terlebih dulu menyesuaikannya dengan kebutuhan Anda. Yaa, …. andalah yang menentukan sendiri ukuran dan bentuk tempat sampah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan anda sendiri.

Besar atau Kecil ?

Sebelum membeli jenis tempat sampah yang diincar, ada baiknya untuk terlebih dulu menentukan: di ruang manakah tempat sampah itu akan diletakkan? Tujuannya, adalah untuk menentukan ukuran standar tempat sampah yang akan Anda gunakan.

Bagaimana pun, tempat sampah yang terlalu besar tentu akan “mengalihkan fokus” ke kotoran yang menumpuk; sehingga ruang jadi terkesan kotor dan berantakan. Sebagai gantinya, pilihlah jenis tempat sampah yang memiliki kapasitas sesuai dengan kebutuhan Anda. Memang, terkesan sepele dan tidak berarti banyak. Namun, dalam jangka panjang–cara ini dapat mempermudah perawatan dan kebersihan tempat sampah, tersebut.

Salah satu tips, Anda dapat menggunakan tempat sampah berukuran kecil dan berwarna cerah untuk ruang tidur. Tujuannya, tentu bukan hanya sebagai wadah sampah; melainkan juga membuat ruang tidur terkesan bersih dan lapang. Adapun tempat sampah yang akan diletakkan di luar ruang; disarankan untuk memilih tempat sampah yang tahan terhadap paparan cuaca ekstrem, seperti halnya fiber.

Harus dipahami, untuk tempat sampah dengan fungsi outdoor, pastikan “tempat pembuangan” Anda ini terlindung dari paparan sinar Matahari, hujan, angin, dan lain sebagainya. Untuk mempermudah, disarankan untuk memilih tempat sampah yang memungkinkan Anda menempatkan kantong plastik. Tujuannya, bukan hanya mencegah sampah tercecer dan berantakan. Di sisi lain, cara ini juga memudahkan para petugas kebersihan–ketika menjalankan tugasnya mengangkut sampah.

Pilih Bahan Berkualitas

Keberadaannya memang kerap kali diabaikan. Namun, Anda tentu tidak ingin terus-terusan membeli tempat sampah–hanya karena barang tersebut mudah rusak, bukan? Karenanya, kualitas bahan adalah yang utama. Bukan hanya karena keawetannya saja, namun bahan baku yang berkualitas juga akan mencegah tempat sampah tersebut bocor dan membuat sampah yang berada di dalamnya menjadi berhamburan ke berbagai tempat. Hal inilah yang membuat pemilihan tempat sampah dengan bahan baku terbaik menjadi sangat penting untuk dilakukan. Nah bahan tempat sampah yang kami sarankan adalah fiberglass

Adapun untuk mempermudah sekaligus “merawat” kondisi tempat sampah, Anda bisa melapisi bak/tong tersebut dengan kantong plastik. Ketika isi wadah tersebut penuh, Anda tidak perlu repot mencuci dan membersihkannya. Cukup tinggal angkat plastiknya, lalu ganti kantong lama dengan yang baru. Mudah, bukan?

Tempat Sampah dengan Penutup

Siapa, sih yang tahan dengan bau busuk yang menyengat hidung?

Nah, untuk menghindari hal tersebut, cobalah untuk membeli tempat sampah yang memiliki penutup. Adapun selain mencegah persebaran bau tidak sedap, tempat sampah pun dapat terhindar dari gangguan binatang seperti kecoak, lalat, tikus, kucing, semut, bahkan belatung! Oh ya, sebelum memastikan membeli tempat sampah, pastikan penutup dibuat presisi dan sesuai dengan bentuk tempat sampahnya, ya.

Tidak dapat ditampik, sebuah rumah dapat mencerminkan karakter dan citra diri pemiliknya. Begitu pula dengan sebuah instansi atau lembaga, keasrian lingkungan kerja mencerminkan karakter atau citra orang-orang di dalamnya. Tentu saja, rumah / instansi / lingkungan yang bersih menandakan bahwa penghuninya senantiasa peduli dalam menjaga kesehatan, keteraturan, dan keharmonisan. Pada akhirnya, menjaga kebersihan rumah / instansi / lembaga / lingkungan sendiri tidak sebatas pada perkara membeli tempat sampah, menaruhnya di sudut ruang, membuang sampah di sana, lalu “memindahkannya” ke tempat pembuangan yang lebih besar.

Harus dipahami, kebersihan ruang adalah soal kebiasaan yang ditularkan. Entah itu pada anak-anak dan generasi muda; atau kepada tamu Anda yang tengah berkunjung. Menyediakan tempat sampah di sudut ruang rumah sendiri bukan hanya menjaga kebersihan hunian, melainkan juga “mengajarkan” orang lain untuk tidak membuang sampah sembarangan. Toh, bukankah “rumah” adalah unit pendidikan terkecil seseorang dalam masyarakat ?

Dengan berbagai pertimbangan pemilihan tempat sampah di atas, pastilah setiap orang memiliki pilihan dan selera yang berbeda-beda.

Solusi Kebersihan memahami hal ini, untuk itu kami tawarkan berbagai ukuran dan bentuk sesuai dengan kebutuhan anda disini.

KETIKA SAMPAH TIDAK DIKELOLA

Ketika kita pergi ke sebuah tempat, entah itu kota, desa atau pinggiran, apa yang pertama kali membuat kita terkesan ? Buat umumnya kesan pertama terhadap suatu tempat ditentukan oleh kebersihan lingkungannya, kemudian keramahtamahan masyarakatnya dan lain sebagainya.

Kebersihan lingkungan di suatu tempat tidak dapat dilepaskan dari peran setiap anggota masyarakat di dalamnya dan peran. Kedisiplinan setiap anggota masyarakat / lembaga / organisasi untuk dapat membuang sampah pada tempatnya, hingga yang tidak dapat dianggap remeh juga adalah peran optimal lembaga / instansi / organisasi baik pemerintah maupun non pemerintah dalam menyediakan tempat sampah terpilah di tempat-tempat yang mudah diakses. Atau dengan kata lain, kebersihan suatu tempat sangat ditentukan oleh bagaimana semua pihak mengambil perannya dalam pengelolaan sampah.

Dapat dibayangkan apabila sampah tidak dikelola, maka orang-orang yang berada di dalamnya tidak akan dapat merasa nyaman dengan situasi yang ada, orang-orang yang berada diluar kota atau tempat tersebut dapat dipastikan akan merasa enggan untuk melakukan aktifitas disana, orang akan malas datang ke kota atau tempat yang kotor dan tidak sehat. Akibatnya investasi yang akan datang ke tempat tersebut akan berkurang. Hal ini kemudian akan dapat berakibat pada menurunnya daya saing dalam bidang pariwisatam ekonomi, sosial dan lainnya.

Pengelolaan sampah di berbagai kota dan wilayah di Indonesia mayoritas masih ditumpuk begitu saja di lahan terbuka (open dumping) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Longsornya timbunan sampah di TPA Leuwigajah – Bandung sekitar 10 tahun lalu seharusnya dapat menjadi pelajaran penting tentang pengelolaan sampah yang baik dan benar.

Sangat disayangkan kita belum dapat mengambil pelajaran berharga dari peristiwa itu. Sampah masih belum dikelola dengan baik. Sampah masih dikelola setengah hati. Sampah masih dibuang seenaknya ke mana saja, misalkan ke sungai, sehingga di beberapa tempat di Indonesia kerapkali mengalami banjir yang diakibatkan tersumbatnya aliran sungai akibat sampah yang menumpuk.

Apa yang dapat kita lakukan ?

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal diatas adalah dengan melakukan pengelolaan sampah.

Langkah awal dalam pengelolaan sampah adalah dengan melakukan pemilahan sampah, menyediakan tempat sampah terpilah.

Penyediaan tempat sampah terpilah dapat dilakukan di lembaga-lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah.

Agar tidak menimbulkan masalah baru, kita harus juga memperhatikan bahan yang digunakan dalam pembuatan tempat sampah terpilah. Fiberglass adalah bahan yang sangat dianjurkan dalam membuat tempat sampah terpilah. Karena mempunyai banyak keunggulan daripada tempat sampah berbahan plastik.

Kami menyediakan produk tempat sampah berbahan fiberglass, dapat dilihat disini

Lowongan Kerja di CV Markom

Dibutuhkan tenaga teknis untuk mengerjakan produk berbahan fiberglass
Waktu mulai bekerja : 10 Juni 2019 – 9 Juli 2019
Ketentuan :

  1. Waktu kerja
    a. Senin – Sabtu, Minggu libur, tanggal merah libur situasional
    b. Jam kerja : 08.00 – 16.00
  2. Usia tidak dibatasi
  3. Diutamakan berdomisili tidak jauh dari kantor
  4. Membawa Fotocopy KTP
  5. Gaji Rp. 50.000 per kedatangan plus makan siang
    Berminat ?
    Silahkan masukan lamaran anda ke CV. Markom Pundong III, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta
    Hubungi : 089669108742 (Rahmat)

Suka Buang Sampah Sembarangan ? Hati-hati, anda beresiko Terkena Penyakit ini

Sampah atau limbah, seperti sampah plastik, botol bekas, kertas tidak terpakai dan lain-lain sebaiknya dibuang ke tempat sampah. Lebih idealnya lagi di buang ke tempat sampah terpilah. Sampah yang dibiarkan begitu saja, dibuang sembarangan, tidak hanya akan merusak pemandangan secara estetika, akan tetapi dari sisi kesehatan juga dapat membahayakan diri kita.

Sampah yang dibiarkan begitu saja akan dapat mengundang lalat yang dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan. Jika lalat, kecoa, atau tikus menyentuh sampah-sampah dan secara tidak sengaja tangan manusia juga ikut bersentuhan, hal itu menjadi salah satu cara penularan kuman-kuman dari sampah ke orang lainnya. Bayangkan jika lalat atau kecoa yang baru saja bertengger di atas tumpukan sampah kemudian hinggap di atas makanan Anda. Jelas makanan Anda terkontaminasi oleh kuman. Mengonsumsinya akan membuat Anda terserang berbagai penyakit.

Padahal hal ini seringkali terjadi dan dialami baik oleh kita, anak-anak kita atau anggota keluarga kita yang lain. Secara tidak sengaja, dapat saja anda atau anggota keluarga anda menyentuh tumpukkan sampah atau setelah bekerja bakti membersihkan rumah, bisa dipastikan saat itu tangan kita dalam kondisi yang kotor. Kita lupa untuk membersihkan tangan kita dengan sabun, langsung menyentuh dan menyantap makanan yang telah tersaji. Atau ada seekor lalat hinggap di makanan tesebut, maka dengan cepat kuman penyakit itu berpindah dari onggokan sampah ke tubuh kita.

Banyak orang menganggap hal ini sebagai hal yang sepele. Padahal ini bukan hal yang remeh, mengingat penyakit yang disebabkan oleh sampah begitu berat dan banyak.

Penyakit-penyakit tersebut adalah :

  1. Hepatitis A

Virus Hepatitis A dapat menyebar melalui sampah. Virus ini menyebabkan adanya gangguan fungsi hati akut. Penyebaran virus hepatitis A terjadi akibat kontaminasi makanan dan air yang kemudian keduanya dikonsumsi oleh orang yang sehat.

  • Disentri

Disentri adalah radang usus yang menyebabkan diare disertai darah atau lendir. Diare sendiri ditandai dengan sering buang air besar yang lunak atau cair. Kondisi ini disebabkan oleh amuba dan bakteri yang banyak ditemukan pada sampah yang berserakan.

Bakteri penyebab disentri juga dapat berpindah ke manusia setelah melakukan kontak langsung dengan bakteri pada feses (misalnya, karena tidak mencuci tangan dengan bersih sehabis buang air besar). Bakteri ini juga dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, atau berenang di air yang tercemar. Penyakit ini sangat menular. Jika tidak segera ditangani, disentri dapat menyebabkan dehidrasi berat yang mengancam jiwa.

  • Salmonellosis

Salmonellosis  adalah penyakit yang timbul akibat infeksi bakteri Salmonella di dalam perut dan usus. Sebagian besar pasien dengan infeksi ringan akan sembuh dalam waktu 4-7 hari tanpa pengobatan. Penularan dapat terjadi ketika orang makan makanan yang terkontaminasi bakteri (seperti makan di restoran yang sama). Beberapa orang dengan diare akut dirawat di rumah sakit untuk diinfus dan memperoleh antibiotik.

Sebagian besar pasien Salmonellosis hidup dalam kondisi lingkungan yang miskin, berpolusi, dan kebanyakan dekat dengan lingkungan yang penuh sampah di mana-mana. Oleh karena itu, kualitas kebersihan makanan dapat meningkatkan risiko makanan beracun dan infeksi lainnya. Selain itu, Anda juga berisiko tinggi terkena Salmonellosis jika Anda melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.

  • Penyakit Pes

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersina pestisia yang ditularkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya. Umumnya, penyakit pes tersebar di daerah yang lingkungan padat penduduk dan pastinya memiliki tingkat kebersihan yang buruk alias sampah tersebar di mana-mana. Komplikasi penyakit dari tikus ini bisa berujung pada meningitis, bahkan kematian.

Perlu diketahui, bahwa penyakit ini bukan hanya disebarkan lewat tikus. Hewan seperti kelinci, anjing, kucing berkutu yang sudah terinfeksi pes bisa menjadi sumber penularan penyakit. Penularan terjadi jika Anda melakukan kontak langsung atau tergigit oleh hewan tersebut. 

  • Demam berdarah

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Demam Berdarah Dengue dulu disebut dengan penyakit “break-bone” karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot sehingga membuat tulang terasa retak.

Nyamuk demam berdarah sering berkembang biak di genangan air pada sampah yang dibuang sembarangan. Maka dari itu, ada baiknya sampah-sampah tidak dibuang secara sembangan, tetapi dikubur untuk mencegah terbentuknya sarang nyamuk.

Untuk Anda yang biasa membuang sampah ke sungai, Sampah juga bisa meracuni air sungai yang dipakai sebagai sumber air bersih untuk sehari-hari.

Kebiasaan buang sampah sembarangan bisa mengakibatkan sampah menumpuk di kali atau aliran sungai. Akibatnya, ekosistem di dalamnya akan rusak. Hewan yang hidup di sana dan kualitas air bisa tercemar apabila sampah menumpuk. Belum lagi aliran sungai yang mampet akibat sampah sehingga menyebabkan bencana lainnya.

Terdapat beberapa masalah kesehatan yang muncul apabila seseorang mengoncumsi air sungai yang tercemar. Beberapa penyakit di antaranya, adalah :

  1. Kolera.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae saat Anda mengonsumsi air atau makanan yang terkontaminasi oleh feses orang yang mengidap penyakit ini. Anda juga bisa terjangkit kolera jika Anda mencuci bahan makanan dengan air yang terkontaminasi. Gejalanya termasuk diare, muntah, kram perut, dan sakit kepala.

  • Amoebiasis, atau diare turis,

Penyakit ini disebabkan oleh amoeba yang hidup di air tercemar. Amoeba ini mengakibatkan infeksi pada usus besar dan hati. Gejala termasuk diare berdarah dan berlendir, bisa ringan atau sangat parah.

Nah sekarang sudah tahu kan bahayanya ? Bukan hanya berbahaya untuk diri kita tapi juga berbahaya bagi keluarga dan lingkungan sekitar kita.

Karena dari sekarang, yuk kita membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya di tempat sampah yang telah terpilah. Bagaimana tempat sampah terpilah yang baik itu ? Klik disini